Perkembangan Terbaru Apple Vision Pro: Produksi Dikurangi, Penjualan Tidak Sesuai Ekspektasi
Apple dikabarkan mengalami penurunan produksi dan pengeluaran pemasaran untuk perangkat Vision Pro. Hal ini terjadi setelah penjualan produk tersebut dinilai tidak memenuhi harapan sejak peluncurannya. Dalam laporan yang diterbitkan oleh Financial Times, Apple memangkas produksi dan biaya pemasaran hingga 95 persen di Amerika Serikat dan Inggris.
Pengiriman Vision Pro pada tahun 2024 diperkirakan hanya sekitar 390.000 unit secara global. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan penjualan iPhone yang biasanya mencapai jutaan unit per tahun. Meskipun demikian, beberapa analis menilai bahwa angka tersebut sesuai dengan ekspektasi awal Apple.
- Beberapa faktor berkontribusi pada penurunan penjualan Vision Pro, antara lain:
- Harga yang tinggi, yaitu sekitar $3.500 (sekitar Rp 58 juta) membuat perangkat ini sulit diakses oleh pasar konsumen umum.
- Isu kenyamanan dan bobot perangkat yang masih menjadi masalah utama bagi pengguna.
- Ketersediaan terbatas di 13 negara, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Singapura, dan Inggris.
Sebelumnya, Apple tidak pernah mengumumkan data pengiriman resmi untuk Vision Pro. Namun, menurut laporan para analis, jumlah pengiriman perangkat ini diperkirakan mencapai 390.000 unit pada tahun 2024. Angka ini jauh lebih kecil dari proyeksi awal yang mencapai 800.000 unit. Pemangkasan produksi dilaporkan terjadi pada musim panas 2023, meskipun beberapa analis menyebutkan bahwa pemangkasan terjadi pada April 2024 setelah Apple membatalkan rencana model baru karena penjualan yang mengecewakan.
Pada kuartal pertama 2024, saat Vision Pro dijual eksklusif di AS, jumlah penjualan tercatat kurang dari 100.000 unit. Setelah diperluas ke beberapa negara di luar AS, total penjualan mencapai hampir 400.000 unit, dengan separuhnya berasal dari Amerika Serikat.
Menurut prediksi IDC, pengiriman Vision Pro pada kuartal IV-2025 diperkirakan hanya sekitar 45.000 unit. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan periode krusial penjualan gadget biasanya. Hal ini menunjukkan bahwa Apple masih kesulitan dalam menjual Vision Pro ke pasar yang lebih luas.
Apple juga meluncurkan pembaruan untuk Vision Pro pada Oktober 2025 dengan chip M5. Namun, pembaruan ini tidak diiringi perubahan desain signifikan. Menurut analis, pembaruan ini lebih ditujukan untuk kebutuhan bisnis daripada mengatasi keluhan utama konsumen, seperti bobot dan kenyamanan.
Ke depannya, Apple dikabarkan sedang menyiapkan generasi kedua Vision Pro serta model yang lebih ringan dan terjangkau. Perangkat ini disebut-sebut sebagai “Vision Air” dan akan dirancang untuk menyesuaikan tren pasar saat ini. Namun, pengembangan perangkat ini memerlukan waktu yang cukup panjang sebelum akhirnya dirilis ke publik.
Selain itu, Apple juga sedang mengembangkan kacamata pintar sebagai bagian dari strategi inovasi terbarunya. Proyek ini dilaporkan sedang dalam proses pengembangan dan akan menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.
Bagikan ke:
