Kuliner Khas Kalimantan Tengah Mandai yang Menggunakan Bahan Dasar Kulit Cempedak
Kuliner khas Kalimantan Tengah, mandai, saat ini sedang diminati oleh masyarakat Palangka Raya. Mandai terbuat dari bahan utama kulit cempedak, yang biasanya hanya tersedia di musim tertentu. Hal ini membuat permintaan terhadap kulit cempedak meningkat, terutama karena proses pengolahan dan fermentasi yang diperlukan sebelum bisa dijual.
Di Kota Palangka Raya, banyak pedagang menjual buah cempedak maupun kulitnya yang sudah dibersihkan. Mereka menawarkan produk ini di berbagai lokasi seperti pasar malam dan pinggir jalan, termasuk di Jalan G Obos, Jalan A Yani, hingga Kaminting. Menurut salah satu pedagang, Nonik, banyak pembeli yang mencari kulit cempedak untuk diolah menjadi mandai.
“Sekarang sudah musim panen cempedak lagi. Kami jual yang utuh, tapi ada juga yang dipisah. Soalnya ada pembeli yang memang cuma mau beli kulit cempedaknya saja untuk dibuat mandai,” ujarnya.
Harga kulit cempedak lebih tinggi dibandingkan buahnya karena proses pengolahan yang rumit. Selain itu, keberadaannya yang jarang disepanjang tahun membuat harga semakin mahal. Dengan demikian, mandai tidak hanya menjadi hidangan lezat, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Arus Balik Nataru di Palangka Raya Terkendali

Arus lalu lintas selama masa arus balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Palangka Raya terpantau ramai namun tetap lancar. Meski sempat terjadi kemacetan di awal tahun, kondisi tersebut masih terkendali pada Sabtu (3/1/2026).
Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palangka Raya, Hadi Suwandoyo, menyatakan bahwa secara umum kondisi lalu lintas selama arus balik kini kembali terpantau relatif kondusif. Di Jalan Tjilik Riwut Km 10, misalnya, arus lalu lintas terlihat ramai dengan berbagai jenis kendaraan, tetapi tidak mengalami kemacetan signifikan.
Meskipun volume kendaraan meningkat, jalur-jalur utama seperti Jalan Tjilik Riwut Km 10 menuju arah Tangkiling tetap terpantau lancar. Meski terdapat peralihan dari jalan dua jalur menjadi jalur tunggal, situasi ini tidak menyebabkan gangguan serius.
Proyek Pembangunan Ruang Terbuka Hijau Eks Kantor Disnakertrans Kalteng

Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan eks Kantor Disnakertrans Kalteng, Bundaran Besar Palangka Raya, merupakan proyek multiyears yang terus berlanjut. Proyek ini telah memasuki tahap lanjutan setelah kontrak pekerjaan 2025 rampung sepenuhnya.
Plt Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kalimantan Tengah Junaidi menjelaskan bahwa progres pembangunan RTH eks Disnakertrans untuk kontrak 2025 telah mencapai 100 persen. Namun, jika dibandingkan dengan total rencana pembangunan RTH secara keseluruhan, progresnya masih sekitar 60 persen.
Untuk tahun 2026, anggaran penyelesaian pembangunan telah direncanakan. Namun, terdapat kemungkinan dilakukan penyesuaian desain agar kawasan tersebut dapat difungsikan secara optimal. Oleh karena itu, sisa pekerjaan akan dilanjutkan secara bertahap. Proyek ini ditargetkan selesai hingga 2027 mendatang.
Bagikan ke:
