Harga Sembako di Solo Stabil, Tapi Harga Biji Kopi Naik
Di momen Tahun Baru 2026, harga sembako di Kota Solo tercatat relatif stabil. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi ketahanan pangan untuk kebutuhan pokok masih tergolong aman. Namun, ada satu komoditas yang mengalami kenaikan harga, yaitu biji kopi. Kenaikan harga ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan akibat maraknya kedai kopi di berbagai sudut kota.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, menyatakan bahwa fenomena ini tidak lepas dari pesatnya pertumbuhan kedai kopi di wilayah tersebut. Menurutnya, peningkatan jumlah kedai kopi mencerminkan perubahan gaya hidup masyarakat, baik warga lokal maupun pendatang. Mereka lebih memilih nongkrong di kedai kopi sebagai tempat bersosialisasi dan beristirahat.
-
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Solo menunjukkan bahwa jumlah kedai kopi pada 2023 mencapai 109 unit. Angka ini terus bertambah seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap budaya ngopi. Di tahun 2025, pertumbuhan kedai kopi semakin terlihat. Di sepanjang Jalan Slamet Riyadi saja, tercatat ada 23 kedai kopi yang beroperasi, belum termasuk kawasan lain di Kota Solo.
-
Secara total, terdapat 174 coffee shop baru dengan rata-rata usia yang masih relatif baru. Pertumbuhan ini turut mendorong lonjakan permintaan biji kopi, yang pada akhirnya berdampak pada harga. Respati mengungkapkan bahwa permintaan yang tinggi menyebabkan munculnya harga-harga yang agak anomali.
Ia berharap agar meningkatnya aktivitas ekonomi dari sektor kedai kopi tetap diimbangi dengan pengendalian harga agar tidak menimbulkan tekanan inflasi yang berlebihan di Kota Solo. Selain itu, ia juga menyoroti dampak lain dari maraknya kedai kopi, yaitu keterbatasan lahan parkir.
Kerja Sama dengan Daerah Penghasil Kopi
Untuk menjaga stabilitas harga biji kopi, Pemerintah Kota Solo tengah menjajaki kerja sama dengan daerah penghasil kopi, seperti Kabupaten Temanggung. Tujuannya adalah agar harga bisa stabil dan tidak saling “membunuh”. Respati menjelaskan bahwa jika satu industri peningkatannya terlalu drastis, hal ini bisa berdampak negatif. Oleh karena itu, pemerintah harus hadir sebagai penengah.
Selain persoalan harga, penataan parkir juga sedang menjadi fokus utama. Tahun ini, pemerintah akan menerapkan konsep park and ride. Nantinya, kantong-kantong parkir akan bekerja sama dengan pihak swasta yang memiliki lahan kosong untuk dimanfaatkan sebagai area parkir.
Komoditas yang Perlu Diawasi
Meski secara umum harga sembako stabil, ada beberapa komoditas yang tetap perlu diawasi karena berpotensi memberi tekanan terhadap inflasi daerah. Ketiga komoditas tersebut adalah bawang merah, bawang putih, dan cabai. Ketiganya menjadi penyumbang utama inflasi.
Respati menilai bahwa tren konsumsi yang terlalu konsumtif juga kurang baik. Ia mendapatkan banyak masukan tentang kenaikan harga biji kopi yang cukup tinggi. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk terus melakukan upaya pengendalian harga melalui operasi pasar murah agar stabilitas dapat terjaga.
Bagikan ke:
