Sajimarem: Ruang Perjumpaan Rasa, Budaya, dan Suasana Jawa Tengah di Bandung
Di tengah keramaian kuliner Kota Bandung yang terus berkembang, Sajimarem hadir sebagai tempat yang membawa nuansa berbeda. Bukan hanya sekadar tempat makan, Sajimarem menjadi ruang perjumpaan antara rasa, budaya, dan suasana khas Jawa Tengah yang dikemas dengan hangat untuk masyarakat Jawa Barat.
Manager Sajimarem, Erik Pradana, menjelaskan bahwa konsep yang diusung sejak awal adalah menghadirkan kuliner Jawa, khususnya dari Jawa Tengah, ke Bandung. Filosofi nama Sajimarem juga memiliki makna yang dalam. “Saji” berarti hidangan atau sajian, sedangkan “Marem” dalam bahasa Jawa berarti enak. Dengan demikian, Sajimarem diharapkan menjadi sajian yang benar-benar enak dan bisa dinikmati oleh semua orang.
Suasana yang Menghadirkan Rasa Jawa Tengah
Selain menawarkan rasa yang autentik, Sajimarem juga memberikan konsep suasana yang berbeda. Alih-alih seperti rumah makan biasa, Sajimarem dirancang dengan atmosfer Jawa yang kental. Sentuhan interior, tata ruang, hingga nuansa yang dihadirkan membuat pengunjung merasa seperti berada di Jogja atau kota-kota lain di Jawa Tengah.
“Kita ingin pengunjung merasakan suasana Jawa saat berada di sini,” ujar Erik. Ia menambahkan bahwa konsep ini juga memperkuat identitas Sajimarem sebagai tempat yang tidak hanya menyajikan makanan, tetapi juga pengalaman budaya.
Rasa Otentik yang Disesuaikan dengan Lidah Masyarakat Bandung
Soal rasa, Sajimarem tidak hanya mencomot resep lalu menyajikannya begitu saja. Tim dapur melakukan riset dan pengembangan agar cita rasa otentik Jawa Tengah tetap terjaga, namun bisa diterima lidah masyarakat Bandung.
“Kita pertahankan rasa aslinya, tapi kita kombinasikan supaya tidak terlalu manis atau terlalu gurih. Jadi tetap enak dinikmati semua orang,” jelas Erik. Hasilnya, beragam menu khas Jawa Tengah tersaji menggugah selera, mulai dari pecel, sambal goreng kentang, ayam goreng, hingga aneka olahan daging dan sambal yang diracik dadakan bisa dipilih langsung oleh para pengunjung.
Lebih dari Sekadar Kuliner
Keunikan Sajimarem tidak hanya terletak pada masakannya, tetapi juga pada pengalaman seni tradisional yang ditampilkan. Alunan musik tradisional Jawa menjadi pelengkap suasana, menghadirkan rasa pulang kampung bagi para perantau, sekaligus pengalaman baru bagi warga Bandung.
“Awalnya konsep kita buffet, tapi kemudian berkembang. Kita ingin pengunjung tidak hanya menikmati kuliner, tapi juga seni tradisional,” ujar Erik. Untuk sementara, pertunjukan seni tradisional dihadirkan setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu, dengan rencana pengembangan jadwal yang lebih rutin ke depannya.
Pengunjung Merasakan Pengalaman Berbeda
Susan, salah satu pengunjung, mengaku sengaja datang bersama keluarga untuk menikmati masakan khas Jawa Tengah yang jarang ditemui di Bandung. “Suasananya Jawa banget. Senang bisa bawa keluarga, santai, menikmati masakan khas Jawa Tengah,” katanya. Ia juga memuji pilihan menu dan sambal yang disajikan. “Sambalnya banyak, enak, dadakan jadi lebih segar dan fresh,” tuturnya.
Hal senada dirasakan Aisyah, pengunjung lainnya. Ia mengaku tertarik datang karena penasaran dengan cita rasa berempah, salah satunya yang khas masakan Jawa Tengah. “Di sini bukan cuma makanannya, tapi vibes-nya beda. Suasananya kerasa Jawa banget,” ujarnya.
Kesimpulan
Dengan perpaduan rasa otentik, suasana tradisional, dan sentuhan seni budaya, Sajimarem yang berlokasi di kawasan Dago Kota Bandung menawarkan lebih dari sekadar tempat makan. Ia menjadi ruang pengalaman, di mana Bandung sejenak berubah rasa menjadi Jawa Tengah ataupun Yogyakarta dalam satu sajian.
Bagikan ke:
