JAKARTA — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenakan tarif sebesar 10% terhadap delapan negara Eropa, termasuk Denmark, Inggris, Belanda, Swedia, Jerman, Finlandia, Norwegia, dan Prancis. Tarif ini akan dinaikkan menjadi 25% pada 1 Juni 2026 jika tidak ada tindakan yang diambil. Keputusan ini dilakukan karena isu Greenland yang selama ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah AS.
Aksi sepihak Trump langsung mendapat penolakan dari berbagai negara Eropa. Salah satu yang menyampaikan pendapatnya adalah Presiden Prancis Emmanuel Macron. Dalam unggahan di X, Macron menekankan bahwa Prancis mendukung kedaulatan setiap negara, baik itu Ukraina yang sedang menghadapi invasi Rusia maupun Greenland yang saat ini sedang dalam proses aneksasi oleh AS.
“Ancaman tarif tidak diterima dan tidak memiliki tempat dalam konteks ini,” ujar Macron dalam unggahannya. Ia menegaskan bahwa komitmen Prancis terhadap keamanan dan kedaulatan negara-negara lain tetap kuat.
Senada dengan Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga menyampaikan penolakan terhadap kebijakan Trump. Meskipun begitu, ia menekankan bahwa posisi Inggris jelas: Greenland adalah bagian dari Kerajaan Denmark dan masa depannya urusan Denmark serta penduduk setempat.
Starmer menilai kebijakan Trump yang mengenakan tarif kepada sekutu sendiri sebagai tindakan yang salah. “Kami akan membahas masalah ini dengan pemerintah AS,” ujarnya dalam unggahan resmi di X.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Presiden Komite Uni Eropa Ursula von der Leyen. Ia menilai kebijakan tarif Trump terhadap delapan negara Eropa berpotensi merusak hubungan transatlantik yang selama ini sudah terjalin. “Eropa akan tetap bersatu, terkoordinasi, dan berkomitmen menjunjung tinggi kedaulatannya,” tegasnya.
Trump Kenakan Tarif
Presiden AS Donald Trump secara resmi mengenakan tarif sebesar 10% terhadap delapan negara Eropa yang diketahui mengirimkan personel militer ke wilayah Greenland. Ancaman kenaikan tarif hingga 25% pada 1 Juni 2026 juga disampaikan dalam pernyataan resmi yang diunggah di Truth Social.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut bahwa aksi negara-negara Eropa yang mengirimkan pasukannya ke Greenland tanpa tujuan jelas sangat berbahaya bagi keamanan dunia. Ia menegaskan bahwa semua negara yang disebutkan akan dikenakan tarif 10% terhadap semua barang yang dikirim ke AS. Pada Juni 2026, tarif tersebut akan dinaikkan menjadi 25%.
Isu Greenland telah menjadi perhatian serius banyak pihak. Trump sendiri sering menyampaikan keinginannya untuk mengambil alih wilayah di kawasan Arktik itu dari Denmark. Dalihnya adalah menjaga keamanan nasional. Namun, rencana ini ditentang oleh banyak negara Eropa. Prancis, Inggris, hingga Denmark bahkan mengirimkan pasukan ke Greenland untuk memastikan keamanan wilayah tersebut.
Adapun pernyataan Trump yang mengenakan tarif kepada delapan negara Eropa tersebut juga mendapat sorotan dari berbagai media internasional. BBC, The Guardian, hingga France24 memberitakan pernyataan Trump tersebut.
Di akhir pernyataannya, Trump tetap membuka ruang negosiasi bagi negara-negara yang dikenakan tarif akibat aksi yang menurutnya berbahaya di Greenland. “Sekarang, setelah berabad-abad, saatnya bagi Denmark untuk mengembalikannya — Perdamaian Dunia dipertaruhkan! China & Rusia menginginkan Greenland, dan tidak ada yang bisa dilakukan Denmark untuk mencegahnya… Amerika Serikat segera terbuka untuk bernegosiasi dengan Denmark dan/atau negara-negara tersebut.”
Bagikan ke:
