JAKARTA,
Kunjungan Menteri KKP ke Rumah Keluarga Korban Pesawat ATR 42-500
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan ke rumah keluarga korban pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak pada Sabtu siang (17/1/2026) di wilayah Maros, Sulawesi Selatan. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan moral kepada keluarga korban yang masih menantikan kepastian nasib pesawat tersebut.
Kedatangan Menteri KKP disambut langsung oleh pihak keluarga. Ia tiba di rumah Deden Mulyana pada pukul 22.27 WIB, Sabtu malam. Setelah berbincang singkat dengan keluarga, ia juga mengunjungi rumah korban lainnya, Yoga Naufal. Meskipun tidak ada pernyataan resmi yang diberikan oleh Menteri KKP kepada media, pihak keluarga memilih untuk tidak memberikan keterangan lebih lanjut terkait pertemuan tersebut.
Deden Mulyana dan Yoga Naufal adalah dua dari sepuluh orang yang tercatat dalam manifest penerbangan pesawat PK-THT ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar. Selain keduanya, satu pegawai KKP lainnya, Ferry Irawan, juga menjadi korban. Mereka sedang menjalani tugas kedinasan sebagai bagian dari tim air surveillance yang bertugas mengawasi sumber daya kelautan dan perikanan.
Tiga Pegawai KKP dalam Pesawat Sedang Bertugas
Menteri KKP menegaskan bahwa ketiga pegawai KKP yang berada di dalam pesawat sedang menjalankan tugas kedinasan. Mereka berasal dari Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), dan memiliki pangkat masing-masing:
- Ferry Irawan, berpangkat Penata Muda Tingkat I
- Deden Mulyana, berpangkat Penata Muda Tingkat I
- Yoga Naufal
Selama proses pencarian pesawat ATR 42-500, tim SAR gabungan terus berupaya mencari keberadaan pesawat tersebut. Operasi pencarian dimulai sejak dini hari tadi pukul 04.00 WITA. Tim dibagi menjadi tiga regu untuk mempercepat proses pencarian. Hingga Minggu (18/1), belum ada informasi pasti tentang lokasi pesawat atau kondisi para penumpang.
Rasa Duka dan Harapan untuk Pencarian
Dalam pertemuan tersebut, Menteri KKP menyampaikan rasa duka dan kesedihan atas insiden hilangnya pesawat ATR 42-500. Ia juga menyatakan bahwa pihaknya masih menantikan kabar terbaru terkait proses pencarian pesawat. Kunjungan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan dukungan kepada keluarga korban dan memastikan keamanan serta keselamatan seluruh penumpang.
Hingga saat ini, masyarakat masih menantikan hasil akhir dari operasi pencarian yang dilakukan oleh tim SAR. Semua pihak berharap agar pesawat dapat segera ditemukan dan semua penumpang dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
Bagikan ke:
