Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti Percepat Pembentukan SPPG di Wilayah Terpencil
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus berupaya mempercepat pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah terpencil sebagai bagian dari Program Makan Bergizi Gratis. Tujuan utamanya adalah untuk menjamin akses layanan pemenuhan gizi yang merata hingga ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.
Dari total 36 titik SPPG yang diajukan, saat ini sebanyak 10 titik telah melalui proses apresial oleh pemerintah pusat dan dinyatakan siap beroperasi. Sementara itu, 10 lainnya masih dalam proses apresial, dan 16 titik masih dalam tahap persiapan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Meranti, Ifwandi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Tim Satgas Percepatan dan Pemerataan Program Makan Bergizi Gratis, menjelaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran pelaksanaan program ini.
“Dari 36 SPPG yang kita usulkan, saat ini 10 sudah diapresial oleh pemerintah pusat. Sepuluh lainnya masih menunggu proses apresial, sementara 16 titik masih dalam tahap persiapan,” ujar Ifwandi.
Sebelumnya, Pemkab Kepulauan Meranti telah menggelar rapat pembahasan usulan mitra SPPG daerah terpencil di Gedung Kuning Kantor Bupati. Rapat tersebut membahas rencana pembentukan SPPG yang akan tersebar di seluruh kecamatan, sebagai upaya pemerataan layanan pemenuhan gizi hingga ke wilayah sulit dijangkau.
Ifwandi menjelaskan bahwa meskipun sebagian SPPG telah mendapat apresial, operasionalnya masih menunggu tahapan lanjutan, terutama terkait pembiayaan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Selain itu, masing-masing SPPG juga masih mempersiapkan pemenuhan sumber daya manusia, termasuk tenaga ahli gizi.
“Setelah diapresial, saat ini kami masih menunggu pembiayaan dari BGN. Di sisi lain, setiap SPPG juga sedang mempersiapkan tenaga yang akan bekerja, terutama tenaga ahli gizi,” jelasnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Tim Satgas percepatan dan pemerataan Program Makan Bergizi Gratis terus melakukan fasilitasi pemenuhan tenaga ahli di seluruh SPPG. Upaya yang dilakukan antara lain dengan mengirimkan surat kepada lembaga-lembaga akademis dan institusi terkait yang memiliki keterkaitan dengan bidang gizi.
“Kami dari Satgas terus memfasilitasi seluruh SPPG, khususnya dalam pemenuhan tenaga ahli gizi, dengan menjalin komunikasi dan kerja sama bersama lembaga akademis serta pihak terkait lainnya,” pungkas Ifwandi.
Proses Persiapan SPPG di Kepulauan Meranti
Beberapa langkah penting telah dilakukan untuk memastikan keberhasilan pembentukan SPPG di Kepulauan Meranti:
- Pengajuan dan Evaluasi: Pemkab telah mengajukan 36 titik SPPG, yang kemudian dievaluasi oleh pemerintah pusat. Hingga saat ini, 10 titik telah disetujui dan siap beroperasi.
- Pembiayaan: Meskipun beberapa SPPG telah lulus evaluasi, pengoperasian masih menunggu pendanaan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
- Pemenuhan Tenaga Ahli: Setiap SPPG perlu mempersiapkan tenaga ahli gizi untuk menjalankan layanan secara efektif. Tim Satgas terus berkoordinasi dengan lembaga akademis dan instansi terkait untuk memenuhi kebutuhan ini.
Tantangan dan Solusi
Meski proses pembentukan SPPG telah berjalan, masih ada tantangan yang perlu dihadapi. Salah satunya adalah keterbatasan anggaran dan kurangnya tenaga ahli gizi. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah setempat terus berupaya membangun kerja sama dengan berbagai pihak, baik nasional maupun lokal.
Selain itu, pihak pemerintah juga menyadari pentingnya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat program ini. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih memahami dan mendukung pelaksanaan SPPG di wilayah mereka.
Langkah Lanjutan
Tim Satgas Percepatan dan Pemerataan Program Makan Bergizi Gratis akan terus memantau perkembangan SPPG di seluruh kabupaten. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua SPPG dapat beroperasi sesuai rencana dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Bagikan ke:
