Kepemimpinan di Pasar Modal dan Pengawasan Keuangan Indonesia
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya tidak ada lagi kekosongan kepemimpinan dalam manajerial di pasar modal dan pengawasan keuangan Indonesia. Penjabat sementara (Pjs) yang bertugas menggantikan pejabat yang telah mundur akan melanjutkan kerja organisasi.
“Pjs itu akan memastikan seluruh fungsi regulasi, aktivitas perdagangan, dan tugas pengawasan berjalan tanpa gangguan,” ujarnya dalam konferensi pers di Wisma Danantara pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Menurut Airlangga, Prabowo mengklaim institusi pasar modal dan pengawasan keuangan Indonesia kuat karena dikelola sesuai standar good governance dan best practice. Meski demikian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada 28-29 Januari 2026 karena sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan seluruh proses rebalancing dan evaluasi indeks saham di Indonesia.
Airlangga menjelaskan bahwa Presiden memerintahkan percepatan reformasi integritas pasar modal secara struktural melalui demutualisasi bursa dan peningkatan likuiditas. Free float atau saham yang diperdagangkan ke publik akan naik dari 7,5 persen atau 15 persen mengikuti ketentuan MSCI, serta kepemilikan saham akan lebih transparan dari sebelumnya.
“Evolusi struktural tersebut termasuk percepatan demutualisasi agar sejajar dengan bursa modern internasional,” tambahnya.
Presiden juga meminta agar praktik manipulasi pasar atau ‘menggoreng’ saham diatasi dan tidak ditoleransi. Perbuatan itu akan merusak kredibilitas dan integritas pasar modal, hingga menghambat arus penanaman modal asing ke Indonesia.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI), kata Airlangga, bersama aparat penegak hukum akan menindak tegas siapapun yang memanipulasi pasar. Pemerintah pun akan mendukung tindakan tersebut.
Selain itu perlu stabilitas dan keberlanjutan dalam kepemimpinan pasar modal dan pengawasan keuangan. “Bapak presiden telah menginstruksikan Kementerian Keuangan serta jajaran pengurus OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan Bursa Efek Indonesia untuk memastikan bahwa kegiatan operasional bursa tetap berjalan normal dengan kepemimpinan transisi,” ucapnya.
Airlangga menyampaikan, Prabowo berpesan kepada para investor domestik, mitra internasional, dan seluruh rakyat Indonesia, bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh. Pemerintah berdiri teguh di belakang pasar keuangan berkomitmen kepada iklim investasi yang transparan, adil, dan berkelas dunia.
Sebelumnya, pada Jumat pagi, 29 Januari, Direktur Utama PT BEI Iman Rahman mengundurkan diri dari jabatannya setelah IHSG terkoreksi. Kemudian sore hingga malam disusul Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, dan tiga pejabat OJK lainnya.
Langkah-Langkah yang Diambil oleh Pemerintah
Beberapa langkah strategis telah diambil oleh pemerintah untuk memperkuat pasar modal dan pengawasan keuangan. Salah satu fokus utama adalah memastikan bahwa semua fungsi regulasi dan pengawasan berjalan lancar tanpa gangguan. Hal ini dilakukan melalui penunjukan penjabat sementara yang akan mengisi kekosongan kepemimpinan.
Selain itu, pemerintah juga berupaya mempercepat reformasi struktural pasar modal. Dalam hal ini, demutualisasi bursa menjadi salah satu prioritas. Demutualisasi ini bertujuan agar pasar modal Indonesia dapat sejajar dengan standar bursa modern internasional.
Peningkatan likuiditas juga menjadi bagian dari strategi pemerintah. Free float atau saham yang diperdagangkan ke publik akan meningkat sesuai ketentuan MSCI. Dengan demikian, kepemilikan saham akan lebih transparan dan dapat meningkatkan minat investor.
Tindakan Terhadap Manipulasi Pasar
Pemerintah menegaskan bahwa praktik manipulasi pasar atau ‘menggoreng’ saham tidak akan ditoleransi. Tindakan tersebut dianggap merusak kredibilitas dan integritas pasar modal, serta dapat menghambat arus penanaman modal asing ke Indonesia.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama aparat penegak hukum akan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam manipulasi pasar. Pemerintah juga akan mendukung tindakan tersebut untuk memastikan keadilan dan kepercayaan di pasar modal.
Stabilitas dan Kepemimpinan yang Berkelanjutan
Stabilitas dan keberlanjutan dalam kepemimpinan pasar modal dan pengawasan keuangan menjadi prioritas utama. Presiden telah mengintruksikan Kementerian Keuangan serta jajaran pengurus OJK dan Bursa Efek Indonesia untuk memastikan kegiatan operasional bursa tetap berjalan normal dengan kepemimpinan transisi.
Dengan komitmen pemerintah terhadap iklim investasi yang transparan, adil, dan berkelas dunia, diharapkan pasar modal Indonesia dapat tetap berkembang dan menarik minat investor baik domestik maupun internasional.
Bagikan ke:
