Kenaikan Harga TBS Kelapa Sawit di Aceh Singkil Menggembirakan Petani
Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mengalami kenaikan di tingkat petani di Kabupaten Aceh Singkil. Pada periode terbaru, harga per kilogram mencapai Rp 2.450, naik sebesar Rp 140 dibandingkan sebelumnya yang berada pada angka Rp 2.310 per kilogram. Kenaikan ini terjadi dengan catatan bahwa petani harus mengirimkan buah ke pengepul.
Jika pengepul menjemput buah langsung dari kebun petani, maka akan dikenakan biaya tambahan berupa ongkos angkut dan biaya bongkar muat sebesar Rp 50 per kilogram. Akibatnya, harga yang diterima petani menjadi Rp 2.400 per kilogram. Kenaikan harga TBS mulai berlaku sejak tanggal 31 Januari 2026.
Anto, seorang pengepul sawit dari UD Ram Alwi Hutabarat di kawasan Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, menyampaikan pesan kepada petani untuk tetap menjaga kualitas buah. Ia menekankan pentingnya kualitas dalam mempertahankan harga yang baik di pasar.
Kenaikan harga ini memberikan semangat bagi para petani di Aceh Singkil. Terlebih, kenaikan terjadi saat produksi sawit sedang dalam kondisi turun atau biasa disebut sebagai “trek”. Trek adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan situasi ketika produksi sawit menurun.
Selain itu, kenaikan harga juga datang tepat pada waktunya karena sebentar lagi masuk bulan puasa. Momen ini biasanya meningkatkan permintaan akan produk kelapa sawit, sehingga memberikan peluang ekonomi bagi petani.
Kelapa sawit merupakan komoditas utama di Kabupaten Aceh Singkil. Lebih dari 70 persen penduduk daerah ini bergantung hidup dari sektor pertanian kelapa sawit. Hal ini membuat harga sawit memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat setempat.
Aceh Singkil juga memiliki luas perkebunan kelapa sawit yang cukup besar. Dalam data terbaru, luas perkebunan kelapa sawit yang dimiliki oleh perusahaan pemegang hak guna usaha (HGU) mencapai 44.483,12 hektar. Sementara itu, luas kebun sawit milik rakyat mencapai 31.351 hektar.
Dengan posisi tersebut, perubahan harga sawit sangat berpengaruh terhadap kehidupan ekonomi masyarakat. Kenaikan harga TBS yang terjadi saat ini tidak hanya memberikan keuntungan finansial bagi petani, tetapi juga membantu memperkuat sektor pertanian di wilayah yang memiliki slogan “Sekata Sepakat” ini.
Bagikan ke:
