Bogor tidak hanya dikenal dengan udaranya yang sejuk, tetapi juga memiliki deretan bakery yang telah bertahan selama beberapa dekade dan menjadi bagian dari sejarah kota. Dari roti tradisional hingga patisserie modern, toko-toko ini terus hidup berdampingan dengan zaman dan tetap menjadi tujuan bagi warga maupun wisatawan.
1. Tan Ek Tjoan
Salah satu bakery legendaris di Bogor adalah Tan Ek Tjoan, yang berada di kawasan Suryakencana dan telah berdiri sejak tahun 1921. Nama bakery ini diambil dari pendirinya, Tan Ek Tjoan, yang dikenal karena roti gambangnya yang memiliki tekstur padat dan aroma khas. Selain bisa dibeli langsung di toko, roti Tan Ek Tjoan juga pernah dikenal melalui penjualan keliling menggunakan gerobak, meski kini jumlahnya semakin terbatas. Harga roti berkisar mulai dari Rp 10.000-an.
2. Bogor Permai Bakery & Restaurant
Berada di Jalan Jenderal Sudirman, Bogor Permai Bakery & Restaurant telah beroperasi sejak tahun 1963. Tempat ini sering menjadi pilihan untuk sarapan atau mencari oleh-oleh. Selain roti pisang dan cokelat, Bogor Permai juga menyajikan aneka jajanan pasar serta menu makanan khas Sunda dan China. Harga roti per buah berkisar antara Rp 8.000 hingga Rp 45.000, sedangkan harga makanan mulai dari Rp 24.000. Bakery ini buka setiap hari dan selalu ramai pengunjung.
3. Delicious Bakery
Nuansa tempo dulu masih terasa kuat di Delicious Bakery, yang telah beroperasi sejak tahun 1940. Berlokasi di Jalan Mawar No. 22, bakery ini mempertahankan resep dan tampilan klasiknya. Pengunjung tidak hanya bisa membeli roti, tetapi juga merasakan pengalaman kembali ke masa lalu Bogor. Delicious Bakery buka dari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB dengan harga roti yang relatif terjangkau.
4. Roti Unyil Venus
Roti Unyil Venus sering muncul dalam daftar oleh-oleh Bogor. Sejak populer pada era 1990-an, bakery ini dikenal dengan konsep roti mini yang memiliki lebih dari 60 varian rasa. Selain roti unyil, tersedia juga roti keset, roti tawar, donat, dan kue pia. Roti Unyil Venus memiliki beberapa cabang di kawasan Pajajaran dan Siliwangi, buka dari pukul 06.00 hingga 21.00 WIB dengan harga yang ramah di kantong.
5. De Paris Bakery & Cake
De Paris Bakery & Cake yang berdiri sejak tahun 1997 menjadi pilihan lain untuk oleh-oleh. Dengan cabang di Suryakencana, Pajajaran, hingga Tajur, De Paris menawarkan berbagai jenis roti dan kue seperti cake bread, almond slice, dorayaki, hingga mochi. Bakery ini buka dari pukul 06.00 hingga 21.00 WIB dengan kisaran harga menengah.
6. Michelle Bakery
Di Jalan Pajajaran No. 14, Michelle Bakery telah berdiri sejak tahun 2004 dan dikenal lewat roti lembut dengan harga terjangkau. Selain roti manis dan asin, toko ini juga menyediakan jajanan pasar serta area makan di tempat. Michelle Bakery buka dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dan kerap menjadi langganan warga sekitar.
7. Roti Lauw
Roti Lauw, bakery yang dirintis sejak 1940-an, dikenal dengan roti dan kue yang tidak menggunakan bahan pengawet. Cita rasa yang konsisten sejak generasi pertama membuatnya tetap diminati hingga kini. Meski tampil sederhana, Roti Lauw memiliki penggemar setia.
8. Roti Roll Bogor
Untuk pilihan yang lebih kekinian, Roti Roll Bogor di kawasan Sempur menawarkan roti gulung lembut mirip cinnamon roll dengan berbagai varian, mulai dari creamy crumble hingga Lotus Biscoff. Harga per boks berkisar antara Rp 28.000 hingga Rp 48.000. Meski belum tergolong legendaris, popularitasnya terus meningkat.
9. Prouve Patisserie
Prouve Patisserie di Jalan Binamarga II No. 7 menghadirkan konsep bakery modern dengan sajian pastry seperti croissant dan danish. Tempat ini juga sering dijadikan lokasi nongkrong. Prouve buka dari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB dengan harga sesuai jenis pastry.
10. Rumah Talas Bogor
Rumah Talas Bogor yang berdiri sejak tahun 2009 dikenal sebagai pusat oleh-oleh berbahan talas. Berlokasi di Jalan Raya Pajajaran No. 102, Rumah Talas menawarkan lapis talas, brownies, dan aneka kue khas Bogor. Toko ini buka dari pukul 07.00 hingga 22.00 WIB dan menjadi salah satu tujuan utama wisatawan.
Deretan bakery ini bukan sekadar tempat membeli roti, tetapi juga potongan sejarah Bogor yang terus hidup melalui aroma adonan, etalase kaca, dan resep yang diwariskan lintas generasi.
Bagikan ke:
