Sumber: Dok. Istimewa.
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto Mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pernyataan penting terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang dijalankan. Dalam acara peresmian dan groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ia menegaskan bahwa pihak-pihak yang meramalkan kegagalan MBG harus memiliki rekam jejak digital dari pernyataan-pernyataan mereka.
Prabowo mengungkapkan bahwa sejak awal pelaksanaan program, telah muncul prediksi bahwa MBG tidak akan berhasil. Ia meminta Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari untuk mengumpulkan video-video klip yang berisi pernyataan-pernyataan tersebut. “Pak Qodari tolong dikumpulkan ya, video klip-video yang ramalkan kita pasti gagal, yang mengatakan saya menghina bangsa Indonesia ‘MBG ini penghinaan kepada bangsa Indonesia’,” ujarnya dalam acara tersebut.
Menurutnya, tudingan bahwa MBG merupakan bentuk penghinaan terhadap bangsa tidak berdasar. Program ini ditujukan untuk menyelamatkan dan meningkatkan kualitas anak-anak Indonesia. “Ini harus ada rekam jejak digital ya, direkam semua. Insya Allah kita mencapai 80 sekian juta (penerima manfaat). Aku minta biar bisa tiap malam saya lihat-lihat. Iya kan. Nggak apa-apa. Jadi, saya bilang, aduh apa iya ya? Apa iya saya menghina bangsa Indonesia?” tambahnya.
Komitmen Prabowo untuk Bangsa Indonesia
Prabowo menegaskan bahwa sejak muda sebagai prajurit berpangkat Letnan Dua, dirinya telah mengabdikan hidup untuk Republik dan tidak memiliki niat sedikit pun untuk merendahkan Indonesia. Ia menyatakan bahwa sisa hidupnya didedikasikan untuk menyelamatkan dan membangun bangsa. “Saya ingin mati membela kebenaran, keadilan, dan keselamatan rakyat saya. Ini kehormatan, kehormatan bagi seorang prajurit, mati untuk rakyatnya. Masa saya mau menghina. Tapi sudahlah. Sekarang kita buktikan bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Prabowo juga memaparkan perkembangan terbaru program MBG. Berdasarkan laporan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, jumlah penerima manfaat telah mencapai 60,2 juta orang, termasuk kontribusi dari Polri.
Penolakan Terhadap Tuduhan Pemborosan
Prabowo juga menolak tuduhan bahwa program MBG adalah pemborosan dana negara. Ia menyatakan bahwa program ini justru merupakan hasil dari penghematan. “Ini hasil penghematan,” katanya.
Selain itu, Prabowo memberikan penghargaan Bintang Jasa Utama kepada Kepala BGN, Dadan Hindayana. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas dedikasi dan kontribusi dalam menjalankan program MBG.
Keterlibatan Pengusaha Indonesia
Pengusaha Indonesia juga akan ikut serta dalam kunjungan Prabowo ke Amerika Serikat pekan depan. Kehadiran para pengusaha ini diharapkan dapat mendukung kerja sama ekonomi dan pembangunan antara Indonesia dan AS.
Bagikan ke:
