Presiden Prabowo Subianto Menjelaskan Sumber Anggaran Makan Bergizi Gratis
Presiden Joko Widodo, atau lebih dikenal dengan nama Prabowo Subianto, memberikan penjelasan terkait sumber anggaran dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang dijalankan pemerintah. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa anggaran tersebut berasal dari efisiensi yang dilakukan oleh pemerintah.
Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap berbagai kritik yang menyebutkan bahwa program MBG dinilai sebagai pemborosan anggaran. Dalam acara Peresmian 1.072 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan di Jakarta, Jumat (13/2/2026), Prabowo mengatakan:
“Kita menghadapi kampanye luar biasa, menjelekkan mengatakan bahwa saya menghamburkan uang padahal uang ini adalah hasil penghematan hasil efisensi.”
Efisiensi sebagai Sumber Anggaran
Prabowo menjelaskan bahwa anggaran untuk MBG berasal dari upaya efisiensi dalam berbagai program yang dinilai tidak bermanfaat bagi masyarakat. Ia meyakini bahwa jika efisiensi tidak dilakukan, maka anggaran tersebut akan digunakan untuk korupsi oleh beberapa oknum.
Ia juga membantah tudingan bahwa anggaran MBG didapatkan dari memangkas program prioritas. Menurutnya, anggaran yang dipangkas adalah anggaran untuk kegiatan seperti rapat-rapat di hotel, seminar-seminar, maupun kunjungan kerja pejabat yang tidak memiliki manfaat nyata.
“Ini yang kita hemat uang ini yang kita alihkan kepada MBG, APBN kita tidak keluar dari parameter yang kita tetapkan,” tegas Prabowo.
Investasi untuk Anak-anak Indonesia
Prabowo juga menegaskan bahwa tidak ada negara maju yang tidak memberikan investasi besar kepada anak-anak dalam negeri. Menurutnya, saat ini sudah ada sekitar 75 negara yang memiliki program serupa seperti MBG. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam jangka panjang.
Menurut data yang disampaikan Prabowo, sebanyak 25% anak Indonesia mengalami kekurangan gizi atau stunting. Hal ini menjadi alasan utama untuk tetap melaksanakan program MBG.
“Stunting waktu itu 25% dari anak-anak kita. Kita tidak bisa dengan teori, program indah. Akhirnya saya belajar dari pengalaman bangsa lain bahwa memang satu satunya jalan adalah intervensi langsung dari pemerintah,” tutup Prabowo.
Program MBG sebagai Solusi Jangka Panjang
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah gizi pada anak-anak Indonesia. Dengan pendekatan langsung dari pemerintah, program ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.
Selain itu, program ini juga diharapkan dapat membantu mengurangi beban ekonomi keluarga yang kurang mampu. Dengan adanya MBG, anak-anak akan lebih mudah mendapatkan makanan bergizi tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan dari penghasilan keluarga.
Kesimpulan
Dari penjelasan Presiden Prabowo Subianto, terlihat bahwa program MBG bukanlah pemborosan anggaran, melainkan hasil dari efisiensi yang dilakukan pemerintah. Dengan memanfaatkan anggaran yang telah dihemat, pemerintah berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus dalam hal kesehatan dan gizi.
Bagikan ke:
