Pemeriksaan Pedagang yang Terkena Dampak Kerusuhan
Sejumlah pedagang yang warungnya terbakar akibat kerusuhan di seberang Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Kegiatan ini dilakukan pada hari Jumat, 2 Januari 2026. Henny, pemilik warung Steak TWOgether, mengungkapkan bahwa dirinya dan delapan pedagang lainnya diperiksa sebagai saksi.
“Kami menerima panggilan resmi dari Polda untuk melengkapi proses penyidikan. Mungkin juga untuk pemanggilan saksi atau pengajuan laporan kerugian,” ujar Henny saat berada di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat pagi.
Menurut Henny, jumlah saksi dan korban diperkirakan berkisar antara 15 hingga 20 orang. Namun, dalam pemeriksaan hari ini, hanya sekitar 7 hingga 8 orang yang dipanggil. Ia tidak membawa bukti rekaman CCTV karena video insiden tersebut sudah tersebar luas di media sosial.
Henny menjelaskan bahwa sekitar puluhan kios dan warung terbakar dalam kejadian tersebut. Ia sendiri mengalami kerugian mencapai hampir Rp 100 juta. Meski bagian depan warungnya masih utuh, bagian dalamnya rusak parah.
“Iya, bentuk depan warung saya masih utuh, tapi bagian dalamnya sudah hancur-hancuran,” tambah Henny.
Ia tidak berada di lokasi saat pembakaran terjadi. Henny hanya menyaksikan peristiwa itu melalui siaran langsung di media sosial.
Latar Belakang Kerusuhan
Pembakaran warung di lahan parkir depan TMP Kalibata terjadi setelah peristiwa pengeroyokan terhadap dua orang mata elang (matel) di sekitar kawasan tersebut. Dua debt collector tersebut tewas dikeroyok. Enam polisi telah ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan.
Menurut keterangan saksi, kejadian bermula ketika kedua orang matel menghentikan seorang pengendara sepeda motor sekitar pukul 15.30 WIB. Saat sepeda motor diberhentikan, tiba-tiba beberapa orang dari sebuah mobil turun dan langsung mengeroyok kedua anggota matel tersebut.
Para pelaku pengeroyokan, yang belakangan diketahui adalah polisi, kemudian melarikan diri. “Ini pengendara mobil di belakang, tiba-tiba ngeroyok gitu. Enggak tahu mungkin mau membantu atau bagaimana,” kata Kapolsek Pancoran Komisaris Mansur pada Kamis, 11 Desember 2025.
Buntut dari pengeroyokan yang berujung maut itu memicu amukannya sekelompok massa. Mereka kemudian membakar tenda dan kendaraan di jalanan depan TMP Kalibata pada malam hari. Sejumlah warung dan tenda pedagang yang ada di pinggir jalanan depan kompleks TMP Kalibata dibakar.
Dampak yang Dirasakan Para Pedagang
Para pedagang mengalami kerugian besar akibat kejadian ini. Banyak dari mereka kehilangan tempat usaha dan barang dagangan. Beberapa di antaranya bahkan harus mengambil langkah-langkah darurat untuk menangani kerugian yang dialami.
Selain itu, para pedagang juga merasa khawatir dengan situasi keamanan di sekitar area tersebut. Mereka berharap pihak berwajib dapat memberikan perlindungan dan penanganan yang lebih baik agar kejadian serupa tidak terulang.
Dalam waktu dekat, para pedagang akan terus bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mempercepat proses penyelidikan dan mendapatkan keadilan. Mereka juga berupaya untuk memulihkan kondisi usaha mereka secara bertahap.
Bagikan ke:
