Destinasi Wisata Pekalongan yang Wajib Dikunjungi di Tahun 2026
Kota Pekalongan tidak hanya dikenal sebagai pusat batik, tetapi juga memiliki berbagai destinasi wisata yang menarik dan terus berkembang. Di tahun 2026, sejumlah tempat wisata di Pekalongan kembali menjadi sorotan karena keindahan alam, fasilitas yang semakin lengkap, serta daya tarik yang cocok untuk berbagai kalangan. Mulai dari wisata pantai hingga wisata alam pegunungan, Pekalongan menawarkan pilihan lengkap bagi wisatawan yang ingin berlibur bersama keluarga, pasangan, atau sahabat.
Berikut ini adalah lima rekomendasi tempat wisata di Pekalongan yang wajib dikunjungi di tahun 2026:
Pantai Pasir Kencana
Pantai Pasir Kencana merupakan salah satu ikon wisata Kota Pekalongan yang dikelola langsung oleh pemerintah kota. Pantai ini dikenal dengan pasir putih halus, air laut yang relatif jernih, serta panorama matahari terbenam yang memukau. Lokasinya cukup strategis, hanya sekitar 4–5 kilometer dari pusat Kota Pekalongan. Pantai Pasir Kencana beralamat di Jalan Pantai Sari, kawasan Pekalongan Utara, sehingga mudah diakses oleh wisatawan lokal maupun luar daerah.
Pantai ini buka setiap hari mulai pukul 07.30 hingga 21.00 WIB. Harga tiket masuk tergolong terjangkau, yakni sekitar Rp10.000 untuk dewasa dan Rp7.500 bagi pelajar, dengan tarif khusus saat sore hari. Fasilitas yang tersedia terbilang lengkap, mulai dari menara pandang artistik, jogging track, musholla, toilet, tempat bilas, hingga kios kuliner dan toko suvenir. Tak heran jika Pantai Pasir Kencana kerap menjadi lokasi favorit untuk rekreasi keluarga.
Mangrove Park Pekalongan
Mangrove Park Pekalongan menawarkan konsep wisata alam sekaligus edukasi lingkungan. Kawasan ekowisata ini menghadirkan hutan mangrove yang hijau dan rindang, sekaligus berperan penting dalam melindungi pesisir dari abrasi. Terletak di Kelurahan Kandang Panjang, Pekalongan Utara, Mangrove Park hanya berjarak sekitar 5–10 menit dari pusat kota. Akses menuju lokasi cukup mudah dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Wisata ini umumnya buka mulai pagi hingga sore hari, dengan tiket masuk berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000 per orang. Pengunjung juga dapat menyewa perahu untuk menyusuri area mangrove dengan biaya tambahan. Berbagai fasilitas penunjang tersedia, seperti boardwalk atau jembatan kayu, gazebo, menara pandang, area pembibitan mangrove, serta spot edukasi. Tempat ini cocok untuk wisata keluarga sekaligus mengenalkan konservasi alam kepada anak-anak.
Puncak Tugu Petungkriyono
Bagi pecinta wisata alam pegunungan, Puncak Tugu Petungkriyono menjadi destinasi yang wajib dikunjungi. Terletak di Kecamatan Petungkriyono, kawasan ini berada di ketinggian sekitar 1.930 meter di atas permukaan laut. Puncak ini terkenal dengan tugu triangulasi peninggalan era kolonial Belanda yang memiliki nilai sejarah. Selain itu, panorama alam hijau yang terbentang luas menjadi daya tarik utama.
Akses menuju lokasi memerlukan perjalanan sekitar 30 kilometer dari pusat Kabupaten Pekalongan, dilanjutkan trekking ringan selama 30–60 menit. Meski cukup menantang, perjalanan akan terbayar dengan pemandangan yang menenangkan. Aktivitas yang dapat dilakukan antara lain hiking, camping, hingga menikmati sunrise dan sunset. Kawasan ini cocok bagi wisatawan yang ingin menjauh sejenak dari hiruk-pikuk perkotaan.
Canyon Petungkriyono
Canyon Petungkriyono, yang dahulu dikenal dengan nama Kedung Sipingit, kini menjelma menjadi destinasi wisata alam yang semakin populer. Tempat ini menyuguhkan tebing batu hitam yang dramatis, mengapit sungai jernih dengan kedung bertingkat. Berlokasi di Desa Kayupuring, Petungkriyono, Canyon ini dapat dijangkau sekitar satu jam perjalanan dari pusat Kota Pekalongan. Jalan menuju lokasi sudah beraspal meski berliku khas daerah pegunungan.
Wisata ini buka mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dengan tiket masuk sekitar Rp5.000–Rp10.000 per orang. Pengunjung juga dapat menyewa pelampung untuk aktivitas river tubing atau body rafting. Canyon Petungkriyono cocok bagi wisatawan pencinta petualangan dan fotografi. Keindahan alamnya yang masih asri menjadikan tempat ini ideal untuk healing di akhir pekan.
Pantai Slamaran
Pantai Slamaran menawarkan suasana pantai yang lebih alami dan tenang dibandingkan pantai perkotaan lainnya. Berada dekat Pelabuhan Perikanan Nusantara, pantai ini memiliki panorama laut biru yang memanjakan mata. Lokasinya hanya sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Pekalongan, tepatnya di Jalan Pantai Dewi, Kelurahan Krapyak Lor. Akses menuju pantai cukup mudah dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.
Pantai Slamaran buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. Harga tiket masuk sangat terjangkau, berkisar Rp3.000–Rp5.000 per orang. Fasilitas yang tersedia masih sederhana, seperti warung makan, area duduk di bawah pohon cemara, musholla, serta perahu wisata tradisional. Pantai ini cocok untuk menikmati sunset, memancing, atau sekadar bersantai.
Penutup
Sebagai penutup, Pekalongan menawarkan ragam destinasi wisata yang layak dijelajahi di tahun 2026, mulai dari pantai, hutan mangrove, hingga pegunungan. Dengan akses yang semakin baik dan harga yang ramah di kantong, wisata Pekalongan patut masuk dalam daftar liburan Anda tahun ini.
Bagikan ke:
