JAKARTA,
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan memulai perdagangan perdana tahun 2026 dengan kecenderungan menguat pada Jumat (2/1/2026). Sebelumnya, IHSG menutup perdagangan akhir tahun 2025 dengan kenaikan tipis sebesar 0,03 persen ke level 8.646.
Analis teknikal dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa penguatan IHSG tersebut cukup konstruktif. Pasalnya, indeks masih didominasi oleh volume pembelian dan mampu bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari (moving average/MA20).
“Menutup tahun 2025, IHSG menguat tipis 0,03 persen ke 8.646 dan masih didominasi oleh volume pembelian. Penutupannya pun mampu berada di atas MA20,” ujar Herditya melalui analisa harian yang ia sampaikan.
Ia memperkirakan terdapat beberapa skenario pergerakan IHSG pada awal perdagangan tahun ini. Pada skenario terbaik (best case), IHSG telah menyelesaikan fase koreksi wave [iv] dari wave 5, sehingga indeks berpeluang menguat di awal tahun ini dengan menguji area di level 8.730 hingga 8.905.
“Kami memperkirakan adanya beberapa skenario yang memungkinkan terjadi untuk IHSG. Pada best case (biru), IHSG sudah menyelesaikan wave [iv] dari wave 5, sehingga berpeluang melanjutkan penguatannya untuk menguji area 8.730 hingga 8.905,” paparnya.
Meski demikian, Herditya mengingatkan pelaku pasar untuk tetap mencermati dua skenario alternatif lainnya. Pada skenario tersebut, IHSG berpotensi mengalami koreksi jangka pendek sebelum kembali melanjutkan tren kenaikan.
Adapun level support IHSG berada di kisaran 8.525 sampai 8.493. Sementara itu, level resistance terdekat yang perlu diperhatikan berada pada area 8.656 sampai 8.714.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Lalu, saham apa saja yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini di Bursa Efek Indonesia? Berikut rekomendasinya:
-
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)
Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) ditutup di harga Rp 1.810 per saham dan direkomendasikan sebagai speculative buy.
ADRO berada di fase akhir wave [ii] dari wave C, yang mengindikasikan peluang terbentuknya pembalikan arah (reversal) apabila tekanan jual mulai mereda. -
PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC)
Saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) ditutup di level Rp 3.930 per saham dengan rekomendasi buy on weakness.
IMPC saat ini berada pada bagian awal wave 5 dari wave (5), yang mencerminkan potensi kelanjutan tren naik setelah fase konsolidasi. -
PT Petrosea Tbk (PTRO)
Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) ditutup menguat di harga Rp 10.925 per saham. Dari sisi teknikal, PTRO berada di awal wave [v] dari wave 5 dalam struktur wave (3), menandakan momentum penguatan masih berpeluang berlanjut. -
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) ditutup di level Rp 2.600 per saham dan direkomendasikan sebagai buy on weakness.
UNVR berada pada bagian wave [v] dari wave C dalam wave (3), yang menunjukkan ruang pergerakan lanjutan meski volatilitas jangka pendek masih perlu diwaspadai.
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.
Bagikan ke:
