Kondisi Sampah yang Mengkhawatirkan di Sekitar Pasar Kajase, Teminabuan
Di depan Pasar Kajase, kota Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, terdapat tumpukan sampah yang sangat mengganggu. Pada Senin (5/1/2026), kondisi tersebut terlihat jelas dan menimbulkan berbagai masalah bagi masyarakat sekitar. Sampah yang menumpuk ini berasal dari berbagai sumber, termasuk limbah rumah tangga dan sisa aktivitas perdagangan di pasar.
Beberapa jenis sampah seperti potongan sayur-mayur, sisa bahan pangan, kardus, serta peti buah bekas sering ditemukan di area tersebut. Di bagian depan pasar, botol plastik, kantong plastik, dan berbagai jenis sampah ringan tampak berserakan. Sampah plastik lainnya juga terbawa angin dan menyebar ke seluruh halaman depan pasar, memperparah kesan kumuh.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu estetika lingkungan, tetapi juga menimbulkan bau busuk yang tercium hingga ke jalan raya dan kawasan sekitar pasar. Bau tersebut sangat mengganggu kenyamanan pedagang dan masyarakat yang melintas. Pantauan menunjukkan bahwa sebagian besar sampah telah membusuk dan dikerumuni lalat, semakin memperburuk kondisi.
Salah satu pedagang yang berjualan di dekat lokasi mengungkapkan ketidaknyamanannya akibat kondisi ini. Ia mengatakan bau busuk sangat menyengat, terutama pada siang hari dan saat angin bertiup ke arah lapaknya. “Ini sampah sisa tahun baru. Dari awal tahun sampai hari ini baru dua kali diangkut. Baunya sangat menyengat karena jaraknya dekat dengan lapak saya,” ujarnya.
Menurut pedagang tersebut, Pasar Kajase telah lama dijadikan tempat pembuangan sementara oleh masyarakat Teminabuan. Sampah yang dibuang pun tidak hanya berasal dari aktivitas pasar. “Bukan cuma sampah pasar. Warga juga buang sampah ke sini pakai mobil pikap,” katanya.
Kondisi serupa juga terlihat di tikungan Jalan Kaliat dan sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kaliat. Meskipun telah dipasang papan larangan membuang sampah, masih ada warga yang melanggar aturan tersebut. Sampah yang menumpuk hampir sebulan tersebut terus bertambah tanpa penanganan. Akibatnya, sebagian tumpukan sampah dirambati tanaman liar hingga memakan setengah badan jalan.
Kondisi jalan di sekitar lokasi pun dilaporkan mengalami kerusakan. Hal ini menunjukkan bahwa masalah sampah tidak hanya menjadi isu lingkungan, tetapi juga berdampak pada infrastruktur dan kesehatan masyarakat.
Beberapa langkah perlu segera diambil untuk mengatasi masalah ini. Penanganan sampah yang lebih efektif, edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan, serta pengawasan yang lebih ketat diperlukan agar kondisi seperti ini tidak terulang kembali. Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih bersih dan nyaman bagi semua pihak.
Bagikan ke:
