Pembangunan hunian sementara (huntara) di wilayah terdampak bencana tidak hanya memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, tetapi juga menjadi peluang berharga bagi para pekerja yang terlibat dalam proyek tersebut. Salah satu contohnya adalah Darianto (40), seorang pekerja sumur bor yang ikut serta dalam pembangunan fasilitas air bersih di huntara Aceh Tamiang. Ia mengungkapkan rasa senangnya karena bisa langsung berkontribusi memenuhi kebutuhan dasar warga yang terkena dampak bencana, khususnya akses air bersih.
Menurut Darianto, keterlibatannya dalam proyek ini bukan semata-mata untuk mendapatkan upah, melainkan juga didorong oleh semangat untuk membantu sesama yang sedang mengalami kesulitan akibat musibah alam. “Sebagai warga negara Indonesia, kita harus saling membantu dan gotong royong,” ujarnya saat ditemui di lokasi pembangunan huntara Aceh Tamiang, Senin (5/1).
Selain karena tuntutan pekerjaan, Darianto juga merasa tergerak untuk bekerja jauh dari kampung halamannya di Jawa. Alasannya, ia pernah mengalami kondisi serupa, yaitu bencana alam. “Karena kita dari Jawa pernah kena bencana juga,” kata dia.
Darianto menjelaskan bahwa pembuatan sumur air bersih di hunian sementara dilakukan dengan metode pengeboran menggunakan mesin hingga mencapai lapisan air tanah dalam. Langkah ini dilakukan agar pasokan air bersih bisa stabil dan jernih bagi penghuni huntara. “Pembuatan air bersih dilakukan dengan pengeboran,” ujarnya singkat. Untuk menyelesaikan satu unit sumur air bersih, tim yang dikerahkan terdiri dari tiga orang agar proses pengerjaan lebih cepat dan efisien.
Melalui pembangunan hunian sementara yang diinstruksikan Presiden RI Prabowo Subianto, Darianto berharap warga terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang dapat segera menempati tempat tinggal yang layak dan aman. “Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan dengan baik,” pungkasnya.
Proyek pembangunan 600 unit hunian sementara di Aceh Tamiang ditargetkan selesai dan diserahterimakan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026. Proyek ini dikerjakan selama 24 jam penuh dengan melibatkan sebanyak 1.635 tenaga kerja. Di dalam hunian sementara telah tersedia berbagai fasilitas pendukung, antara lain kasur, lemari, kipas angin, kamar mandi, air bersih, listrik, hingga akses Wi-Fi gratis.
Fasilitas yang Tersedia di Hunian Sementara
- Kasur untuk kenyamanan tidur penghuni
- Lemari untuk menyimpan barang pribadi
- Kipas angin untuk sirkulasi udara
- Kamar mandi yang memadai
- Akses air bersih yang terjamin kualitasnya
- Listrik untuk penerangan dan penggunaan alat elektronik
- Wi-Fi gratis untuk kebutuhan komunikasi dan informasi
Proses Pembangunan yang Berlangsung Cepat
- Pengerjaan dilakukan selama 24 jam penuh
- Melibatkan sebanyak 1.635 tenaga kerja
- Setiap unit sumur air bersih dikerjakan oleh tim tiga orang
- Metode pengeboran digunakan untuk mencapai lapisan air tanah dalam
Semangat Gotong Royong dalam Pembangunan
- Banyak pekerja seperti Darianto yang memiliki motivasi untuk membantu sesama
- Mereka percaya bahwa sebagai warga negara Indonesia, mereka harus saling membantu
- Pengalaman pribadi terhadap bencana alam membuat mereka lebih peduli terhadap sesama
Bagikan ke:
