Glodok, salah satu pusat perdagangan yang sudah lama ada di Jakarta, juga dikenal sebagai tempat yang menyimpan berbagai kenikmatan kuliner tradisional. Di tengah perubahan wajah kawasan ini, jajanan kaki lima masih bertahan dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Beragam makanan sederhana ini dapat ditemui di sepanjang jalan, pasar, hingga sudut-sudut gang, memberikan pengalaman rasa yang autentik dan harga yang terjangkau.
Dalam beberapa tahun terakhir, Glodok kembali menjadi tujuan wisata kuliner yang menarik minat warga Jakarta maupun para wisatawan. Selain restoran legendaris, jajanan kaki lima justru menjadi pilihan utama karena cita rasanya yang khas dan harga yang murah. Dari camilan hingga minuman segar, jajanan ini terus bertahan meski kawasan Glodok mengalami transformasi.
Daftar Makanan Khas Glodok yang Masih Bertahan
-
Cheong Fun (Chicongfan)
Cheong fun atau chicongfan adalah salah satu jajanan yang mudah ditemukan di kawasan Glodok. Makanan ini dibuat dari bahan dasar tepung beras dengan tekstur lembut dan disajikan dengan saus gurih-manis. Isiannya bervariasi, mulai dari udang, ayam, hingga cakwe, dan biasanya dibuat langsung di depan pembeli. -
Mi Pan
Mi pan merupakan jajanan khas Tionghoa yang masih bisa ditemukan di Glodok. Terbuat dari adonan tepung beras yang dikukus hingga lembut dan padat, mi pan disajikan dengan taburan bawang putih goreng serta saus gurih. Aroma bawang putih goreng menjadi ciri khas saat mi pan disajikan, memadukan rasa manis, asin, dan gurih yang ringan di lidah. -
Es Cendol Duren
Di tengah keramaian kawasan Glodok, es cendol durian menjadi pilihan minuman yang populer. Perpaduan antara cendol, santan, gula aren, dan durian menciptakan rasa manis yang legit. Minuman ini sering diminati terutama pada siang hari. -
Kwotie
Kwotie atau kwetiau kaki lima di Glodok dikenal dengan aroma khas hasil olahan di atas api besar. Hidangan ini disajikan dengan telur, tauge, serta tambahan daging atau seafood. Rasanya sederhana namun mengenyangkan, menjadikannya pilihan makan praktis di kawasan ini. -
Kaloci
Kaloci merupakan jajanan tradisional berbahan dasar tepung ketan dengan isian kacang tumbuk dan gula. Teksturnya kenyal dengan rasa manis yang tidak berlebihan. Kaloci sering dijadikan camilan sore hari oleh pengunjung maupun warga setempat. -
Bagodut (Bakso Goreng Gendut)
Bagodut, singkatan dari bakso goreng gendut, mudah dikenali dari ukurannya yang relatif besar. Digoreng hingga kecokelatan, bagian luarnya renyah sementara bagian dalamnya tetap empuk. Jajanan ini biasanya disantap dengan saus sambal atau saus kacang. -
Otak-otak Bakar
Otak-otak bakar masih menjadi jajanan yang banyak diminati di Glodok. Proses pemanggangan menggunakan arang menghasilkan aroma khas yang menggugah selera. Otak-otak ini umumnya disajikan dengan saus kacang atau sambal. -
Es Potong
Es potong menjadi salah satu jajanan penutup yang masih bertahan di kawasan Glodok. Tersedia dalam berbagai rasa klasik seperti cokelat, kacang hijau, dan kelapa. Disajikan secara sederhana, es potong menghadirkan sensasi segar sekaligus nostalgia. -
Cakwe
Cakwe menjadi salah satu jajanan yang mudah ditemui di sepanjang kawasan Glodok, terutama pada pagi hingga siang hari. Makanan gorengan khas Tionghoa ini memiliki tekstur renyah di luar dan empuk di dalam, sering disantap sebagai camilan atau pendamping hidangan lain. Di Glodok, cakwe biasanya dijajakan dalam kondisi masih hangat dan disajikan sederhana, baik dimakan langsung maupun dipadukan dengan saus.
Keberadaan jajanan kaki lima tersebut memperlihatkan bahwa Glodok tidak hanya dikenal sebagai kawasan perdagangan, tetapi juga sebagai ruang hidup kuliner yang terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Bagikan ke:
