Kerja Sama Konservasi Orangutan antara Taman Safari Indonesia dan Tobe Zoo Jepang
Taman Safari Indonesia (TSI) telah menjalin kerja sama dengan Tobe Zoo dari Prefektur Ehime, Jepang, dalam program Cooperative Breeding untuk melindungi satwa endemik, terutama orangutan. Kerja sama ini diresmikan oleh Gubernur Prefektur Ehime, Tokihiro Nakamura, yang tiba langsung di Taman Safari Bogor. Kedatangannya disambut dengan prosesi pengalungan bunga oleh seekor gajah, pada Jumat (16/1/2026).
Founder TSI, Jansen Manansang, menyambut baik kehadiran Nakamura sebagai bentuk apresiasi terhadap hubungan bilateral yang kuat antara kedua negara.
Misi Perjodohan Jenifer dan Hayato
Kerja sama ini bertujuan untuk pembiakan atau breeding agar kualitas genetik orangutan tetap terjaga. Indonesia mengirimkan seorang orangutan betina bernama Jenifer ke Tobe Zoo di Jepang. Di sana, Jenifer akan berpasangan dengan Hayato, seorang orangutan jantan yang sudah mencapai usia matang, yaitu antara 10 hingga 15 tahun.
“Indonesia akan membantu mengirimkan orangutan dengan sistem tukar menukar satwa. Ada peminjaman sehingga genetik orangutan di sana tidak punah dan bisa berkembang,” kata Jansen Manansang.
Jenifer Masih Dalam Masa Adaptasi Cuaca Dingin
Meskipun sudah berada di Jepang, Jenifer belum bisa dilihat secara langsung karena kondisi cuaca ekstrem yang sedang terjadi saat ini. Musim salju yang sedang berlangsung membuat suhu di Jepang sangat rendah. Oleh karena itu, kesehatan Jenifer menjadi prioritas utama sebelum nantinya diperkenalkan ke publik.
“Guna menjaga kesehatannya, saat ini Jenifer belum dipublikasikan untuk umum,” ujar Gubernur Tokihiro Nakamura.

Melibatkan Riset Teknologi dan Pertukaran Ahli
Jansen menambahkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya sekadar memindahkan satwa, tetapi juga berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan. Pihak TSI melihat bahwa Jepang memiliki keunggulan dalam teknologi riset, sementara Indonesia kaya akan kekayaan hayati.
Nantinya, akan ada pertukaran tenaga ahli mulai dari perawat satwa (keeper) hingga dokter hewan, untuk saling berbagi ilmu tentang kedokteran dan konservasi.

Tujuan Jangka Panjang Kolaborasi
Tujuan utama dari program ini adalah untuk memastikan kelangsungan hidup orangutan melalui pelestarian genetik. Dengan kerja sama antara TSI dan Tobe Zoo, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konservasi satwa langka.
Selain itu, kolaborasi ini juga menjadi contoh bagaimana kerja sama internasional dapat berkontribusi dalam upaya melestarikan keanekaragaman hayati. Dengan adanya pertukaran ilmu dan teknologi, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi konservasi di seluruh dunia.
Program ini juga diharapkan dapat menjadi model kerja sama lainnya antara lembaga konservasi di berbagai belahan dunia. Dengan demikian, upaya pelestarian satwa langka tidak lagi bersifat lokal, tetapi bersifat global.
Bagikan ke:
