JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anugerah Nusantara (Danantara) terus memperluas jangkauannya dalam mencari peluang investasi di tingkat global. Salah satu langkah terbaru yang dilakukan adalah safari bisnis ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), untuk menjajaki kerja sama strategis di berbagai sektor, mulai dari kelistrikan hijau hingga minyak dan gas bumi (migas).
Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta investasi dunia. Selama kunjungan tersebut, ia bertemu dengan sejumlah tokoh dan pemimpin industri di UEA.
Salah satu agenda utamanya adalah pertemuan dengan Ajay Bhatia, CEO Sirius International Holding. Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak membahas potensi kerja sama di bidang energi terbarukan atau kelistrikan hijau. Pandu menyampaikan hal ini melalui akun Instagram pribadinya @pandusjahrir pada Minggu (18/1/2026).
Selain fokus pada energi hijau, Danantara juga mengeksplorasi penguatan ketahanan energi nasional melalui diskusi dengan Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC). Pandu bertemu langsung dengan Klaus Froehlich, CIO ADNOC, untuk membahas potensi kolaborasi di sektor migas.
“Kami membahas potensi kerjasama antara ADNOC dan Danantara Indonesia di bidang migas dan ketahanan energi,” ujarnya.
Di samping pertemuan bisnis, Pandu juga berkesempatan bertemu dengan His Highness Sheikh Mohammed bin Khalifa bin Zayed al Nahyan sebagai bagian dari diplomasi ekonomi Danantara di kawasan Timur Tengah.
Pandu menegaskan bahwa Danantara berperan sebagai lokomotif investasi yang mengincar peluang-peluang besar bagi ekonomi dalam negeri. Ia menetapkan standar tinggi dalam setiap kesepakatan investasi yang akan diambil.
“Setiap investasi yang kami lakukan harus bisa menghasilkan dua hal: commercial returns dan economic returns,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjamin bahwa setiap langkah ekspansi global ini akan tetap mengedepankan aspek tata kelola (governance) yang ketat. Prinsip kehati-hatian menjadi kunci agar investasi tersebut mampu membawa Indonesia melompat mencapai potensi terbaiknya.
“Kami senantiasa mengedepankan aspek proses, tata kelola, dan prinsip kehati-hatian dalam setiap langkah yang kami ambil,” pungkasnya.
Strategi Investasi Danantara
Berikut beberapa strategi yang diterapkan oleh Danantara dalam menjalankan investasi:
-
Fokus pada Kelistrikan Hijau
Danantara menitikberatkan pada pengembangan sektor kelistrikan hijau sebagai bagian dari upaya transisi energi yang berkelanjutan. Kolaborasi dengan perusahaan seperti Sirius International Holding menunjukkan komitmen untuk mendukung energi terbarukan. -
Kolaborasi dengan Perusahaan Migas
Melalui diskusi dengan ADNOC, Danantara mencoba membangun kemitraan strategis di sektor migas. Hal ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi energi, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional. -
Diplomasi Ekonomi di Timur Tengah
Pertemuan dengan tokoh-tokoh penting seperti Sheikh Mohammed bin Khalifa bin Zayed al Nahyan menunjukkan upaya Danantara untuk memperluas jaringan diplomasi ekonomi di kawasan Timur Tengah. -
Standar Tinggi dalam Investasi
Setiap investasi yang dilakukan oleh Danantara harus memberikan manfaat baik secara komersial maupun ekonomi. Hal ini menunjukkan bahwa pihaknya tidak hanya mencari keuntungan finansial, tetapi juga dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia. -
Tata Kelola yang Ketat
Prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik menjadi prioritas utama dalam setiap langkah investasi. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua proyek yang dijalankan memiliki risiko yang terkendali dan berdampak jangka panjang yang positif.
Kesimpulan
Dengan pendekatan yang terstruktur dan berbasis pada prinsip kehati-hatian, Danantara menunjukkan komitmennya untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta investasi global. Melalui kerja sama strategis dengan mitra internasional, Danantara tidak hanya mencari peluang bisnis, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan inklusif.
Bagikan ke:
