Forum BUMDes Indonesia di Kabupaten Pangandaran
Forum BUMDes Indonesia (FBI) DPD Kabupaten Pangandaran mengadakan pertemuan silaturahmi dan koordinasi bersama pengurus BUMDes serta TPKK se-Kabupaten Pangandaran. Kegiatan ini berlangsung di kawasan wisata alam Batulumpang, Desa Parakanmanggu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, pada Sabtu 24 Januari 2026.
Pertemuan ini mengusung tema “Memperkuat Peran Desa melalui BUMDes dan TPKK dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG)”. Tujuan dari kegiatan ini adalah menjadi forum strategis untuk menyatukan persepsi sekaligus memperkuat kesiapan desa dalam menyongsong implementasi program MBG.
Ketua FBI DPD Pangandaran, Ikin Sodikin menjelaskan bahwa konsolidasi organisasi FBI dari tingkat pusat hingga daerah saat ini telah solid. Momentum tersebut, menurutnya, harus dimanfaatkan secara maksimal oleh BUMDes untuk menyelaraskan visi dan misi agar mampu menangkap peluang besar dari program MBG.
“Dengan hadirnya program MBG tersebut, BUMDes harus tampil sebagai penggerak ekonomi desa sekaligus agregator pasokan pangan lokal,” kata Ikin, Sabtu 24 Januari 2026.
Ia menjelaskan bahwa BUMDes memiliki peran penting mulai dari sektor produksi, pengelolaan, hingga distribusi bahan pangan. Dengan demikian, manfaat program MBG diharapkan benar-benar kembali ke masyarakat desa, khususnya petani, peternak, dan pelaku usaha lokal.
Sinergi antara BUMDes dan TPKK
Selain itu, Ikin juga menekankan pentingnya sinergi antara BUMDes dan TPKK. Menurutnya, TPKK memiliki peran strategis dalam edukasi gizi, pengolahan pangan, serta pendampingan masyarakat agar program MBG berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Kolaborasi ini sangat penting. BUMDes bergerak di sektor ekonomi dan distribusi, sementara TPKK berperan dalam penguatan keluarga dan kualitas konsumsi pangan,” paparnya.
Dalam forum tersebut, para peserta juga berdiskusi mengenai kesiapan desa, potensi lokal yang dapat dikembangkan, serta tantangan yang mungkin dihadapi dalam pelaksanaan program MBG.
Harapan Bersama
Diharapkan melalui pertemuan ini, terbangun komitmen bersama untuk menjadikan BUMDes sebagai ujung tombak pembangunan ekonomi desa sekaligus pendukung utama program nasional.
Potensi Lokal dan Tantangan yang Muncul
Para peserta diskusi mengidentifikasi berbagai potensi lokal yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung program MBG. Mulai dari hasil pertanian, peternakan, hingga kerajinan lokal, semua dianggap sebagai aset yang bisa dikelola lebih baik melalui BUMDes.
Namun, mereka juga menyampaikan beberapa tantangan yang mungkin dihadapi. Misalnya, keterbatasan infrastruktur, kurangnya pengetahuan tentang pengelolaan pangan, serta kesulitan dalam membangun jaringan distribusi yang efisien.
Langkah yang Diperlukan
Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan langkah-langkah konkret seperti pelatihan bagi pengelola BUMDes, penguatan kapasitas TPKK, serta kolaborasi dengan pihak-pihak lain yang terkait. Selain itu, perlu adanya sistem monitoring dan evaluasi yang terstruktur agar program MBG dapat berjalan sesuai harapan.
Kesimpulan
Melalui pertemuan ini, diharapkan tercipta kerja sama yang lebih erat antara BUMDes, TPKK, dan pemerintah desa. Dengan begitu, program MBG tidak hanya menjadi kebijakan nasional, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Bagikan ke:
