TEHERAN – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memuncak. Iran mengumumkan status siaga penuh dan menegaskan kesiapannya untuk “perang habis-habisan” setelah AS mengerahkan armada militer besar-besaran ke wilayah tersebut. Pihak Iran memperingatkan bahwa setiap serangan, sekecil apa pun, akan dianggap sebagai deklarasi perang total.
Seorang pejabat senior Iran menyampaikan bahwa meskipun mereka berharap aksi militer AS bukan untuk konfrontasi nyata, militer Iran telah bersiap menghadapi skenario terburuk. Ia menjelaskan bahwa semua pihak dalam kondisi siaga tinggi karena situasi yang sangat rentan.
“Kami harap tindakan ini tidak dimaksudkan untuk konfrontasi langsung, tetapi militer kami telah menyiapkan rencana terbaik untuk menghadapi segala kemungkinan. Inilah alasan mengapa seluruh sistem pertahanan Iran dalam keadaan siaga,” ujarnya dengan syarat anonim.
Pejabat itu menekankan bahwa Iran tidak akan membeda-bedakan jenis serangan yang mungkin diluncurkan oleh Washington. “Setiap serangan, baik terbatas maupun tak terbatas, terarah atau kinetik, akan dianggap sebagai perang habis-habisan terhadap kita. Kami akan merespons dengan cara terkuat untuk menyelesaikan situasi ini,” tambahnya.
Kedatangan Armada Militer AS
Pergerakan armada tempur AS menjadi pemicu ketegangan saat gugus kapal induk USS Abraham Lincoln bersama tiga kapal perusak pendamping dikabarkan telah memasuki Samudra Hindia. Armada ini dijadwalkan tiba di kawasan Timur Tengah dalam hitungan hari.
Kehadiran kapal-kapal tersebut akan menambah pasukan militer AS yang sebelumnya sudah ditempatkan di Bahrain dan Teluk Persia. Secara keseluruhan, operasi ini melibatkan sekitar 5.700 personel militer tambahan.
Presiden AS Donald Trump pada Kamis (22/1/2026) mengonfirmasi pergerakan armada tersebut, namun menyampaikan harapan agar kekuatan militer itu tidak digunakan. Meski demikian, Trump tetap memberi peringatan keras kepada Iran terkait program nuklir dan penanganan demonstran.
Menjaga Kedaulatan
Menanggapi ancaman tersebut, Iran menegaskan bahwa mereka tidak memiliki pilihan lain selain mengerahkan seluruh sumber daya pertahanan untuk menjaga integritas teritorial. “Jika AS melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Iran, kami akan merespons,” tegas pejabat senior tersebut.
Ia menambahkan bahwa Iran berupaya memulihkan keseimbangan kekuatan di kawasan demi menghadapi ancaman yang terus-menerus datang dari AS. “Negara yang terus-menerus berada di bawah ancaman militer dari AS tidak punya pilihan lain selain memastikan bahwa semua yang dimilikinya dapat digunakan untuk melawan,” pungkasnya.
Eskalasi ini terjadi setelah AS berulang kali mengancam akan menyerang Iran jika pemerintah terus membunuh demonstran.
Bagikan ke:
