PT Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk melakukan investasi baru sebesar Rp1,14 triliun. Investasi ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasokan susu UHT dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kementerian Perindustrian menilai bahwa industri pengolahan susu memiliki peran penting dalam menyediakan pangan bergizi. Peran tersebut dinilai sangat krusial bagi kelangsungan program MBG.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa industri pengolahan susu nasional harus mampu menjawab kebutuhan program MBG. Hal ini melibatkan kapasitas produksi, kualitas produk, serta keberlanjutan pasokan bahan baku. Pemerintah juga memacu industri untuk terus berinvestasi dan bermitra dengan peternak di dalam negeri.
PT Ultrajaya telah mengoperasikan pabrik baru sejak 8 Desember 2025. Pabrik tersebut berlokasi di Kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi. Fasilitas produksi memiliki tiga lini susu UHT. Kemasan yang diproduksi berukuran 125 mililiter dan 200 mililiter. Seluruh lini dirancang untuk mendukung kebutuhan Program MBG. Penambahan lini lanjutan dijadwalkan mulai Maret 2026.
Pabrik Ultrajaya menggunakan sistem industri 4.0. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga mutu produk. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika menilai transformasi digital berdampak langsung pada daya saing industri. “Penerapan teknologi industri 4.0 terbukti dapat meningkatkan efisiensi, menghemat energi, meningkatkan produktivitas dan daya saing, serta menjaga kualitas produk,” ujarnya.
Teknologi produksi mencakup Automated Guided Vehicle atau AGV, autopilot forklift, serta Manufacturing Execution System atau MES. Sistem manajemen gudang juga menggunakan Automated Storage and Retrieval System atau ASRS. Fasilitas pabrik dilengkapi Waste Water Treatment Plant atau WWTP. Sistem ultrafiltration memungkinkan daur ulang sebagian besar limbah cair. Air hasil olahan kembali digunakan dalam proses produksi.
Ketersediaan bahan baku didukung oleh pengelolaan dua peternakan sapi perah. Peternakan tersebut berada di Bandung dan Sumatera Utara. Total populasi sapi mencapai sekitar 7.000 ekor. Perusahaan merencanakan penambahan investasi untuk 4.000 ekor sapi perah. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat pasokan susu segar domestik.
Kementerian Perindustrian mendorong peningkatan pemanfaatan susu segar dalam negeri guna memenuhi target Program MBG. PT Ultrajaya juga didorong untuk mengikuti seleksi National Lighthouse Industry 4.0 sebagai contoh industri pengolahan susu berbasis teknologi dan otomasi.
Sebelumnya, Kementerian Perindustrian menjalankan program digitalisasi Tempat Penampungan Susu atau TPS. Program ini ditujukan untuk menjaga kualitas, kandungan protein, serta kesegaran susu segar. Penguatan investasi, penerapan teknologi digital, serta kerja sama dengan peternak dan koperasi susu menjadi fokus kebijakan. Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri, seiring pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Bagikan ke:
