Kehidupan Ardon Jashari di AC Milan: Dari Harapan Hingga Kekecewaan
Ardon Jashari, seorang gelandang asal Swiss yang didatangkan oleh AC Milan pada bursa transfer musim panas 2025, sejauh ini belum mampu memenuhi ekspektasi yang tinggi dari para penggemar dan pelatih. Meskipun menjadi target utama klub dalam proses transfer, Jashari masih kesulitan untuk menembus susunan starter dan terlihat jarang mendapat kesempatan bermain.
Proses Transfer yang Panjang dan Rumit
Jashari mulai menjadi perhatian AC Milan setelah dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga Belgia 2025. Klub asal Italia langsung mengambil inisiatif untuk melakukan negosiasi dengan Club Brugge, klub yang memiliki klausul pemain tersebut. Namun, Brugge tidak mudah melepas pemainnya dan meminta harga yang sangat tinggi.
Akibatnya, AC Milan harus menghabiskan hampir dua bulan dalam proses negosiasi. Drama pun terjadi ketika Jashari memilih menolak mengikuti kegiatan pramusim Brugge agar bisa segera bergabung dengan Milan. Setelah tarik ulur yang mirip dengan cerita drama, akhirnya Jashari resmi bergabung dengan Milan pada awal Agustus 2025. Klub menghabiskan dana sebesar 36 juta euro atau lebih dari 705 miliar rupiah untuk mendapatkan jasa sang pemain.
Kesempatan yang Tidak Dimanfaatkan
Sementara Milan sedang memburu Jashari, klub juga berhasil merekrut Luka Modric secara gratis setelah kontraknya di Real Madrid habis. Transfer Modric dilakukan lebih cepat, sehingga membuat Jashari menghadapi persaingan yang sangat ketat.
Karena adanya Modric, Jashari kesulitan untuk menjadi pilihan utama Allegri. Di awal musim, Jashari tertinggal karena kondisi fisiknya yang kurang optimal. Sementara Modric terus tampil dalam Piala Dunia Klub 2025, Jashari justru menghabiskan musim panas dengan sengketa di Club Brugge dan tidak mengikuti latihan pramusim.
Cedera dan Kekalahan Beruntun
Celaka bagi Jashari, dia mengalami cedera pada akhir Agustus dan absen selama lebih dari dua bulan. Ketika pulih, dia tidak mampu menggeser posisi Modric dari starting XI. Selama enam pertandingan di Serie A, Jashari hanya mendapat kesempatan bermain selama 16 menit dalam laga pembuka melawan Cremonese.
Baru di laga melawan Hellas Verona, Jashari kembali mendapatkan kesempatan bermain. Dia diturunkan pada menit ke-70 setelah Milan unggul 3-0. Dengan waktu 20 menit, total menit bermainnya di Serie A mencapai 36 menit.
Di ajang Coppa Italia dan Supercoppa Italiana, Jashari mendapatkan kesempatan lebih baik. Dia bermain selama 180 menit dalam tiga pertandingan. Meski demikian, Milan selalu kalah dalam dua pertandingan yang ia jalani sebagai starter.
Rekor yang Menyedihkan
Meskipun menjadi rekrutan yang paling lama dikejar-kejar pada bursa transfer musim panas lalu, Jashari kini menjadi pemain yang paling sedikit digunakan oleh Allegri, bahkan lebih sedikit daripada David Odogu. Jumlah menit bermainnya tampaknya tidak akan meningkat signifikan di paruh kedua kompetisi mengingat performanya tidak memuaskan saat dipercaya menjadi starter.
Dengan situasi yang ada, Jashari masih harus bekerja keras untuk membuktikan bahwa dirinya layak bermain lebih banyak dan memberikan kontribusi nyata bagi AC Milan.
Bagikan ke:
