Luka Modric: Dari Pemain Sepak Bola Hingga Pelayan Impian
Luka Modric, gelandang AC Milan yang kini berusia 40 tahun, dikenal sebagai salah satu pemain terbaik di dunia sepak bola. Ia telah membuktikan dirinya sebagai nyawa permainan Los Blancos sejak bergabung dengan Real Madrid pada musim panas 2012. Meski awalnya dianggap sebagai pembelian yang tidak sukses, Modric secara perlahan menunjukkan kemampuannya dan menjadi bagian penting dalam kesuksesan klub.
Selama masa karier di Real Madrid, Modric berhasil meraih Ballon d’Or 2018 serta membawa klub meraih 28 gelar bergengsi, termasuk enam gelar Liga Champions. Setelah meninggalkan Madrid, ia memutuskan untuk melanjutkan kariernya bersama AC Milan, di mana ia tetap menjadi andalan dan menjadi penghubung utama dalam permainan I Rossoneri.
Namun, di balik keberhasilannya sebagai pemain sepak bola, ada sisi lain dari Luka Modric yang mungkin tidak banyak diketahui publik. Ternyata, jika dirinya tidak menjadi pesepak bola, Modric memiliki impian pekerjaan yang jauh dari dugaan banyak orang. Menurut informasi yang diberikan oleh Football Espana, ia ingin menjadi pelayan.
Impian Sebagai Pelayan
Modric pernah mengikuti pendidikan hospitality di sekolah perhotelan. Bahkan, ia pernah bekerja sebagai pelayan di sebuah acara pernikahan. Dalam wawancaranya, Modric mengaku sangat terampil dalam menyajikan minuman kepada tamu. “Seandainya saya bukan seorang pemain sepak bola, saya ingin menjadi seorang pelayan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan tersebut memberinya pengalaman yang berharga. “Saya belajar di sekolah perhotelan Borik. Tahun pertama, kami berlatih di restoran Marina di Zadar, tempat diadakannya jamuan pernikahan. Saya mahir dalam menyajikan minuman, dan di pesta pernikahan Kroasia, orang-orang banyak minum.”
Pelayan di Lapangan Hijau
Meski tak lagi menjadi pelayan di bidang kuliner, Modric tetap menjadi “pelayan” bagi rekan-rekannya di lapangan hijau. Kemampuannya dalam memberikan operan akurat membuatnya sering disebut sebagai pelayan bagi para penyerang. Catatan statistiknya menunjukkan bahwa Modric telah mencatatkan 142 assist sepanjang kariernya.
Di AC Milan, Modric tetap memenuhi perannya sebagai pelayan bagi rekan-rekannya. Musim ini, ia telah memberikan dua assist bagi rekan-rekannya di Liga Italia 2025-2026. Dengan akurasi operan sebesar 86,9 persen dari total 1105 operan yang dilakukannya, Modric terbukti sebagai pemain yang sangat efektif dalam membangun serangan.
Bahkan, dari total 1105 operan yang diberikannya, 39 di antaranya berbuah peluang tembakan bagi rekan-rekannya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran Modric dalam strategi tim.
Kombinasi Unik Antara Sepak Bola dan Pelayanan
Kisah Modric menggabungkan dua dunia yang tampaknya sangat berbeda: sepak bola dan pelayanan. Namun, keduanya memiliki kesamaan dalam hal kerja sama dan perhatian terhadap detail. Dengan bakat alami dan pengalaman pendidikan yang unik, Modric telah membuktikan bahwa ia bisa menjadi pelayan dalam arti yang lebih luas—baik dalam dunia sepak bola maupun kehidupan sehari-hari.
Prestasi dan dedikasinya sebagai pemain sepak bola memang luar biasa, tetapi kisah tentang impian menjadi pelayan menambah dimensi baru dari sosok Luka Modric yang selalu mengejutkan publik.
Bagikan ke:
