Risiko yang Terkait dengan Diet Karnivora
Diet karnivora, yang hanya mengandalkan konsumsi produk hewani, sering dianggap sebagai pola makan yang sederhana dan efektif untuk menurunkan berat badan. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa diet ini memiliki beberapa risiko kesehatan yang perlu diperhatikan. Salah satu masalah utama adalah kekurangan serat serta beberapa vitamin esensial, yang bisa memengaruhi kesehatan jantung dan pencernaan.
Menurut laporan yang dipublikasikan di jurnal Nutrients, hasil ini dihasilkan dari tinjauan ilmiah terbaru yang mengevaluasi dampak diet tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa manfaat diet karnivora masih sangat terbatas dan belum ada penelitian jangka panjang yang dapat menjamin keamanannya.
Metode Penelitian yang Digunakan
Dalam tinjauan tersebut, peneliti melakukan scoping review, yaitu metode untuk mengumpulkan dan menganalisis semua penelitian yang ada terkait dengan satu topik. Metode ini diambil karena jumlah penelitian yang ada masih sedikit dan uji klinis besar belum dilakukan.
Hanya studi pada manusia yang sepenuhnya mengikuti pola makan berbasis hewani yang diikutkan dalam analisis, sementara studi yang mengandung lebih dari 10 persen makanan nabati dikesampingkan. Dari proses seleksi ini, hanya sembilan studi antara tahun 2021 hingga 2025 yang memenuhi kriteria, menunjukkan bahwa riset mengenai diet karnivora masih sangat terbatas.
Data yang Tersedia
Sebagian besar data yang ada juga berasal dari laporan pribadi, survei di media sosial, dan studi kasus kecil. Meskipun ada klaim dari para pengikut diet karnivora tentang perubahan positif, seperti peningkatan energi, rasa kenyang yang lebih lama, tidur yang lebih berkualitas, dan peningkatan fokus, namun penelitian juga menemukan sejumlah kekurangan nutrisi yang signifikan.
Rata-rata asupan serat pada para pelaku diet ini kurang dari 1 gram per hari, padahal rekomendasi untuk kesehatan jantung dan pencernaan adalah 25 hingga 30 gram. Selain itu, asupan kalsium juga sering kali di bawah 800 miligram per hari, padahal kebutuhan umumnya adalah sekitar 1.000 miligram.
Kekurangan juga teridentifikasi pada magnesium, vitamin C, vitamin B1, kalium, dan folat, sementara beberapa menu menunjukkan kadar vitamin A yang berlebihan akibat konsumsi hati yang tinggi.
Pengaruh terhadap Kolesterol
Terkait kolesterol, hasil laboratorium menunjukkan banyak peserta mengalami peningkatan kadar LDL, yang merupakan kolesterol jahat, dan merupakan faktor risiko untuk penyakit jantung. Dalam satu studi, meskipun ada sedikit penurunan pada orang-orang dengan lemak darah abnormal, kadar kolesterol total dan LDL secara umum justru meningkat selama diet ini.
Hal ini menunjukkan bahwa peserta yang semula sehat pun mengalami kenaikan beberapa parameter metabolik. Seluruh penelitian yang dianalisis memiliki ukuran sampel kecil dan durasi pendek, tanpa ada penelitian yang mengikuti pelaku diet karnivora dalam jangka panjang.
Variasi Pola Makan
Pola makan diet karnivora juga memiliki variasi yang cukup besar, membuat hasilnya sulit untuk digeneralisasi. Beberapa orang hanya mengonsumsi daging merah, sementara yang lain menambahkan telur, produk susu, atau ikan.
Lauren Manaker, M.S., RDN, LD, CLEC, menyatakan bahwa gambaran ilmiah mengenai diet karnivora masih belum jelas. Ia menekankan meskipun ada laporan perbaikan gejala atau penurunan berat badan, risiko kekurangan nutrisi dan peningkatan kolesterol jahat harus diwaspadai.
Kesimpulan
Diet karnivora, meskipun tampak mudah dilaksanakan karena fokusnya yang sempit, ternyata mengabaikan kebutuhan tubuh akan berbagai nutrisi dari berbagai sumber makanan. Memenuhi semua kebutuhan nutrisi hanya dari produk hewani tanpa tambahan suplemen sangatlah sulit.
Saat ini, bukti ilmiah yang ada lebih mendukung pola makan seimbang seperti diet Mediterania yang kaya akan sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak. Temuan ini mengingatkan bahwa tren diet populer tidak selalu aman untuk jangka panjang dan konsultasi dengan tenaga medis penting sebelum melakukan perubahan diet yang ekstrem.
Bagikan ke:
