JAKARTA – Pasar aset kripto mengawali bulan Februari 2026 dengan rapor merah yang signifikan. Dua aset kripto paling populer, Bitcoin (BTC) dan Dogecoin (DOGE), terpantau melemah berjamaah dan memicu aksi jual masif di pasar altcoin lainnya. Kondisi ini membuat kapitalisasi pasar kripto global menguap hingga ratusan triliun Rupiah hanya dalam waktu 24 jam.
Bitcoin Terkoreksi, Dogecoin Kehilangan Momentum
Berdasarkan data real-time bursa kripto per Minggu pagi (1/2/2026), Bitcoin mengalami koreksi tajam ke kisaran Rp1,32 miliar (sekitar $83.500), turun hampir 9% dari posisi puncaknya di akhir Januari.
Setali tiga uang, Dogecoin (DOGE) yang sempat mengalami reli akibat spekulasi integrasi sistem pembayaran di platform X (dahulu Twitter), justru merosot ke level Rp5.400 (sekitar $0,34). Penurunan ini memicu kepanikan bagi investor ritel yang baru saja melakukan aksi “serok” di harga tinggi.
3 Penyebab Utama Pasar Kripto Memerah
Para analis mengidentifikasi tiga faktor utama yang menyebabkan runtuhnya harga kripto di awal Februari ini:
1. Penguatan Indeks Dolar AS (DXY)
Data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan memicu spekulasi bahwa bank sentral (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Hal ini membuat dolar AS kembali perkasa, sehingga aset berisiko seperti Bitcoin kehilangan daya tariknya sebagai instrumen lindung nilai.
2. Efek Domino Krisis Pasar Modal Indonesia
Ketidakpastian di pasar modal domestik terkait krisis OJK dan BEI ternyata berdampak pada psikologi investor lokal. Banyak investor ritel di Indonesia memilih untuk melakukan likuidasi pada aset kripto mereka guna mengamankan dana tunai (cash out) di tengah ketidakpastian ekonomi nasional.
3. Aksi Profit Taking Massal
Setelah reli panjang sejak awal tahun, pasar mencapai titik jenuh beli (overbought). Penurunan ini dipicu oleh “paus” (investor besar) yang mulai merealisasikan keuntungan mereka, yang kemudian memicu stop-loss berantai pada akun-akun margin.
Analisis: Peluang Serok Bawah atau Sinyal Bearish?
Meskipun pasar terlihat mencekam, beberapa pakar kripto menilai ini adalah koreksi sehat. “Bitcoin sedang menguji level support psikologis baru. Jika mampu bertahan di atas Rp1,3 miliar, ada potensi rebound di pertengahan Februari,” ujar seorang analis on-chain.
Namun, investor diingatkan untuk tetap waspada terhadap volatilitas tinggi. “Untuk Dogecoin, ketergantungan pada sentimen media sosial membuatnya sangat berisiko saat ini. Sebaiknya gunakan uang dingin jika ingin melakukan akumulasi,” tambahnya.
Update Harga Kripto Hari Ini (1 Februari 2026):
- Bitcoin (BTC): Rp1.320.500.000 (-8,5%)
- Ethereum (ETH): Rp52.400.000 (-6,2%)
- Dogecoin (DOGE): Rp5.410 (-11,4%)
- Solana (SOL): Rp2.450.000 (-7,8%)
Bagikan ke:
