JAKARTA – Banyak bisnis yang sukses dan berkembang menjadi raksasa sering kali menghasilkan miliarder. Tidak hanya pendirinya, tetapi juga karyawan awal atau investor yang beruntung bisa menjadi sangat kaya. Namun, ada beberapa perusahaan besar yang tidak hanya menciptakan satu atau dua miliarder, tetapi justru menjadikan banyak orang menjadi miliarder. Menurut laporan Forbes, dari 680 miliarder Amerika yang membangun kekayaan sendiri, sebanyak 54 di antaranya memiliki keterkaitan langsung dengan hanya delapan perusahaan.
Perusahaan-perusahaan ini umumnya bergerak di bidang teknologi konsumen. Contohnya adalah Anthropic dan AppLovin, dua perusahaan startup yang baru saja meledak popularitasnya karena tren AI yang sedang marak. Nilai pasar mereka meningkat drastis dalam setahun terakhir, sehingga memberi kesempatan bagi para pendirinya dan investor untuk menjadi miliarder.
Anthropic, misalnya, mulai tahun 2025 dengan valuasi US$18 miliar. Pada bulan September, perusahaan ini mengumumkan putaran pendanaan senilai US$13 miliar dengan valuasi mencapai US$183 miliar. Sementara itu, saham AppLovin melonjak lebih dari 1.000% sejak go public di Nasdaq pada tahun 2021, termasuk lonjakan 100% pada tahun 2025, membuat kapitalisasi pasar perusahaan hampir mencapai US$250 miliar.
Selain perusahaan-perusahaan tersebut, ada juga perusahaan besar yang sudah dikenal luas seperti Meta, Google, dan Microsoft. Perusahaan-perusahaan ini telah memberi kekayaan kepada para pendirinya dan investor utama selama bertahun-tahun. Kini, dengan pasar saham AS yang mencapai rekor tertinggi dan investasi besar-besaran di bidang AI, jumlah miliarder dari perusahaan ini semakin bertambah.
Berikut adalah delapan perusahaan AS yang paling banyak menghasilkan miliarder mandiri:
1. Google/Alphabet
• 10 miliarder
• Total kekayaan bersih: US$618,2 miliar
Larry Page dan Sergey Brin mendirikan Google pada tahun 1998. Mereka ditemani oleh investor awal seperti David Cheriton dan Andreas von Bechtolsheim, yang memberikan dana awal senilai US$100.000. Selain itu, investor lain seperti John Doerr juga turut berkontribusi dalam pertumbuhan perusahaan. CEO seperti Eric Schmidt dan Sundar Pichai juga menjadi miliarder berkat keberhasilan Alphabet.
2. Facebook/Meta
• 8 miliarder
• Total kekayaan bersih: US$314 miliar
Mark Zuckerberg mendirikan Facebook pada tahun 2004. Dalam perjalanan perusahaan, ia ditemani oleh Eduardo Saverin dan Dustin Moskovitz. Investor awal seperti Peter Thiel dan Jim Breyer juga turut serta dalam pembangunan perusahaan. Sheryl Sandberg, yang bergabung sebagai kepala operasional, juga menjadi salah satu miliarder dari Meta.
3. AppLovin
• 8 miliarder
• Total kekayaan bersih: US$76,6 miliar
AppLovin didirikan oleh Adam Foroughi, Andrew Karam, dan John Krystynak. Dalam proses pengembangannya, banyak investor seperti Herald Chen dan Hao Tang juga ikut serta. Saat ini, perusahaan ini memiliki banyak miliarder yang berasal dari pendirinya maupun investor awal.
4. Anthropic
• 7 miliarder
• Total kekayaan bersih: US$25,9 miliar
Anthropic adalah perusahaan AI yang didirikan oleh alumni OpenAI. Pendirinya seperti Daniela Amodei dan Dario Amodei berhasil menjadi miliarder berkat keberhasilan perusahaan. Mereka juga mengembangkan chatbot Claude yang bersaing dengan ChatGPT dan Gemini.
5. Blackstone
• 6 miliarder
• Total kekayaan bersih: US$68,5 miliar
Blackstone didirikan oleh Stephen Schwarzman dan Peter Peterson. Seiring waktu, banyak tokoh penting seperti Jonathan Gray dan Hamilton James bergabung dan menjadi miliarder. Perusahaan ini kini menjadi salah satu perusahaan investasi terbesar di dunia.
6. Microsoft
• 5 miliarder
• Total kekayaan bersih: US$290,5 miliar
Bill Gates mendirikan Microsoft bersama Paul Allen. Steve Ballmer, Charles Simonyi, dan Satya Nadella juga menjadi miliarder berkat keberhasilan perusahaan. Microsoft terus berkembang dan memberi kekayaan bagi banyak orang.
7. Snowflake
• 5 miliarder
• Total kekayaan bersih: US$9,2 miliar
Snowflake didirikan oleh Benoît Dageville dan Thierry Cruanes. Dalam perjalanannya, perusahaan ini menjadikan tiga CEO berturut-turut sebagai miliarder. Mike Speiser, Bob Muglia, dan Frank Slootman menjadi contoh dari keberhasilan perusahaan ini.
8. Thoma Bravo
• 5 miliarder
• Total kekayaan bersih: US$33,2 miliar
Thoma Bravo didirikan oleh Carl Thoma dan Orlando Bravo. Dengan strategi investasi yang tepat, perusahaan ini berhasil menarik banyak investor dan mitra. Saat ini, lima orang terkemuka menjadi miliarder dari Thoma Bravo.
Perusahaan-perusahaan ini tidak hanya menjadi sumber kekayaan bagi pendirinya, tetapi juga bagi banyak investor dan karyawan awal. Meski demikian, tidak semua perusahaan bisa terus-menerus menjadi “pabrik” miliarder. Contohnya adalah Nvidia, yang sempat menjadi salah satu perusahaan dengan nilai pasar terbesar, tetapi kini mengalami penurunan.
Bagikan ke:
