Langkah Hukum SBY untuk Menjaga Keseimbangan Politik
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai bahwa langkah hukum yang diambil oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap penyebaran isu ijazah Joko Widodo merupakan upaya untuk membatasi spekulasi mengenai konflik antara dirinya dan Presiden Jokowi. Arifki menyatakan bahwa dengan mempersoalkan sumber tudingan dan tidak langsung masuk ke perdebatan substansi isu ijazah, SBY ingin memperjelas posisi politiknya agar tidak dikaitkan dengan upaya delegitimasi terhadap Jokowi.
“Langkah hukum yang diambil oleh Pak SBY tepat karena diamnya selama ini juga tidak menguntungkan. Karena yang menikmati isu ijazah Jokowi berbagai kelompok politik. Jika situasi ini tidak disikapi oleh SBY, maka bakal mengunci ruang komunikasi SBY dan Jokowi dalam momentum politik kedepan,” ujar Arifki kepada Tempo pada 2 Januari 2025.
Komunikasi Politik yang Lebih Terbuka
Arifki menilai bahwa komunikasi politik antara SBY dan Jokowi dinilai relatif lebih terbuka. Apalagi putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono, pertama kali menjadi menteri di era pemerintahan Jokowi. Ia berpendapat, kondisi ini membuat Jokowi dipandang sebagai figur yang masih memungkinkan dijaga dalam keseimbangan elite yang berpotensi makin dinamis. Apalagi tahun 2026 sudah masuk pembahasan RUU Pemilu.
“Pilihan SBY tidak masuk ke ruang debat publik soal ijazah bisa dibaca sebagai upaya menjaga jarak dari konflik, sekaligus mempertahankan relasi politik dengan Jokowi,” kata Arifki.
Menjaga Stabilitas Narasi Politik
Lebih jauh, langkah hukum tersebut juga dinilai beririsan dengan upaya menjaga stabilitas narasi politik menjelang 2029. Arifki menilai, membiarkan isu personal berkembang tanpa batas berisiko, justru memperlebar konflik elite yang justru dapat dimanfaatkan oleh aktor lain dalam kompetisi politik ke depan.
“Dalam politik, menjaga hubungan tidak selalu dilakukan melalui dukungan terbuka, tetapi juga dengan membatasi eskalasi konflik. Langkah SBY dapat dibaca dalam kerangka tersebut,” ujar Arifki.
Pengungkapan Langkah Hukum SBY
Langkah hukum SBY ini diungkapkan oleh politikus Partai Demokrat Andi Arief di akun X pribadinya pada Rabu, 31 Desember 2025. Saat dikonfirmasi, Andi mengatakan rencana itu disampaikannya setelah dia bertemu langsung dengan SBY beberapa hari sebelumnya. “Pak SBY cukup terganggu dengan isu ini karena tidak benar yang disebutkan bahwa Pak SBY berada di balik isu ijazah palsu ini, atau bahkan disebut berkolaborasi dengan Ibu Megawati,” ujar Andi.
Penyangkalan atas Fitnah
Andi mengklaim bahwa SBY sama sekali tidak terlibat dalam polemik ijazah Jokowi yang belakangan ramai di media sosial. Ia menyebut fitnah tersebut disebarkan secara masif oleh akun-akun anonim, terutama di TikTok dan sejumlah platform lain. “Fitnahnya sangat masif, seolah-olah Bapak SBY berada di balik isu ijazah palsu Pak Jokowi yang sekarang berseteru dengan Roy Suryo dan kawan-kawan. Ini tentu sangat mengganggu,” kata Andi Arief.
Intan Setiawaty berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Bagikan ke:
