JAKARTA,
Tidak semua mobil bekas yang pernah mengalami tabrakan pasti berbahaya untuk digunakan. Banyak calon pembeli langsung menghindar begitu mendengar kata “bekas tabrakan”, padahal tingkat benturan dan area yang terkena dampak sangat menentukan apakah mobil tersebut masih aman dan layak dipakai.
Dalam dunia inspeksi kendaraan, tabrakan umumnya dibagi menjadi tiga kategori utama, yaitu depan, belakang, dan samping. Setiap kategori memiliki risiko yang berbeda terhadap fungsi mobil.
Menurut Jeffrey, pemilik jasa inspeksi Otospector, riwayat tabrakan perlu dilihat secara lebih objektif, tidak sekadar dari ada atau tidaknya bekas benturan.
“Tabrakan itu ada kategorinya. Ada tabrak depan, tabrak belakang, dan tabrak samping. Tidak semuanya langsung berbahaya atau membuat mobil tidak layak,” kata Jeffrey kepada , Sabtu (17/1/2026).
Jeffrey menjelaskan bahwa tabrakan belakang umumnya menjadi kategori yang paling ringan risikonya. Selama benturan tidak terlalu keras dan hanya mengenai bumper atau panel luar, dampaknya relatif minim terhadap fungsi kendaraan. Komponen utama seperti mesin, sistem kemudi, dan struktur depan mobil biasanya tidak terpengaruh.
Berbeda halnya dengan tabrakan depan. Benturan di area ini berpotensi menimbulkan masalah serius, terutama jika terjadi dengan kecepatan tinggi. Dampaknya bisa merembet ke sasis utama, ruang mesin, hingga dudukan suspensi depan, yang berpengaruh langsung pada kestabilan dan keselamatan mobil.
Sementara itu, tabrakan samping juga perlu diwaspadai, terutama jika benturannya keras. Area samping mobil berkaitan langsung dengan struktur rangka dan titik-titik penopang bodi. Jika kerusakan sudah mencapai rangka utama, risiko gangguan fungsi akan meningkat meskipun tampilan luar sudah diperbaiki dengan rapi.
“Kalau tabrakan depan atau samping keras sampai kena sasis dan dudukan shockbreaker, biasanya efeknya terasa saat mobil dipakai. Mobil bisa limbung, setir tidak lurus, atau terasa tidak stabil,” ujar Jeffrey.
Karena itu, ia menyarankan calon pembeli mobil bekas tidak hanya fokus pada kondisi visual. Pemeriksaan menyeluruh pada rangka, sasis, dan komponen suspensi menjadi kunci untuk menilai apakah mobil bekas tabrakan masih aman digunakan atau justru menyimpan risiko jangka panjang.
Jenis Tabrakan dan Risikonya
- Tabrakan Belakang
- Umumnya risikonya paling rendah jika hanya mengenai bumper atau panel luar.
- Komponen utama seperti mesin dan sistem kemudi biasanya tidak terpengaruh.
-
Namun, jika benturan terlalu keras, bisa saja memengaruhi bagian bawah kendaraan.
-
Tabrakan Depan
- Berpotensi menimbulkan masalah serius, terutama jika terjadi dengan kecepatan tinggi.
- Dampak bisa merambat ke sasis utama, ruang mesin, dan dudukan suspensi depan.
-
Pengaruh langsung pada kestabilan dan keselamatan mobil.
-
Tabrakan Samping
- Perlu diwaspadai karena area samping berkaitan langsung dengan struktur rangka.
- Jika kerusakan mencapai rangka utama, risiko gangguan fungsi meningkat.
- Meski tampilan luar sudah diperbaiki, efeknya bisa terasa saat mobil digunakan.
Tips untuk Pembeli Mobil Bekas
- Lakukan pemeriksaan menyeluruh, bukan hanya melihat kondisi eksterior.
- Periksa rangka, sasis, dan komponen suspensi untuk memastikan tidak ada kerusakan tersembunyi.
- Jangan hanya mengandalkan informasi tentang riwayat tabrakan, tetapi juga lihat kondisi fisik kendaraan secara keseluruhan.
- Konsultasikan dengan ahli inspeksi kendaraan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat.
Dengan memahami jenis tabrakan dan risikonya, calon pembeli mobil bekas dapat membuat keputusan yang lebih bijak dan aman.
Bagikan ke:
