Para pemain lokal menunjukkan ketajaman mereka di sektor putra Proliga 2026. Di sisi lain, satu pemain asing menonjol dalam situasi yang berbeda di sektor putri.

Di sektor putra, klasemen top skor sementara di Proliga 2026 didominasi oleh wajah-wajah muda Tanah Air.
Berdasarkan data yang dikumpulkan dan dianalisis, hanya ada satu pemain asing di jajaran 10 besar hingga menjelang akhir pekan kedua. Satu-satunya legiun asing tersebut adalah Liosbel Mendez Iglesias dari tim Medan Falcons Tirta Bhagasasi. Namun, ia bukan pemain paling tajam di timnya.
Liosbel Mendez tidak menjadi aktor utama dalam serangan Medan Falcons Tirta Bhagasasi. Justru Luvi Febrian Nugraha dan Fahri Septian Putratama menjadi penggerak utama permainan tim ini.
Luvi Febrian Nugraha memimpin klasemen top skor Proliga 2026 dengan total 47 poin. Pemain yang pernah bermain di Uni Emirat Arab dan Kamboja itu terbukti sangat efektif dalam laga-laga yang dijalani.
Fahri Septian Putratama menempati posisi ketiga dengan catatan 41 poin. Sementara itu, Liosbel Mendez mengoleksi 37 poin.
Sayangnya, kolaborasi ketiganya belum mampu membawa kemenangan bagi Medan Falcons Tirta Bhagasasi hingga pertandingan ketiga tim ini di Proliga.
Falcons Tirta Bhagasasi kalah 2-3 (22-25, 25-23, 25-19, 17-25, 19-21) dari Surabaya Samator pada Sabtu (17/1/2026) di GOR Voli Indoor Sport Center, Medan, Sumatra Utara.
Tim Surabaya Samator juga memiliki pemain-pemain berbahaya yang berasal dari binaan sendiri. Setelah era Ayip Rizal dan Rivan Nurmulki, kini giliran Rama Fazza Fauzan yang menjadi generasi terbaru juru gedor klub tersukses di Proliga.
Rama Fazza mencatatkan 44 poin dalam dua pertandingan. Secara rasio, dia menjadi pemain paling tajam dengan rata-rata 4,89 poin per set.
Samator berhasil meraih kemenangan setelah sebelumnya kalah dari “mantan saudara kandung”, Jakarta Bhayangkara Presisi. Asisten pelatih Samator, Sigit Ari Widodo, mengaku senang dengan kemenangan timnya. Namun, ia masih ingin melihat kekompakan yang lebih baik dari para pemain.
Kekalahan pada set kedua dan ketiga dari Falcons Tirta Bhagasasi disebutnya terjadi karena Samator bermain sebagai individu.
“Saya tidak puas karena permainan anak-anak tidak mencerminkan permainan tim, bukan permainan individu,” ujar Sigit dalam rilis PBVSI.
Sementara itu, situasi yang berbeda terjadi di sektor putri. Semua tim di sektor putri mengandalkan ketajaman pemain asing mereka.
Jakarta Electric PLN Mobile tersenyum lebar setelah Neriman Ozsoy, sebagai ujung tombak, masih subur dengan 77 poin. Pemain asal Turki ini berperan penting dalam kemenangan Electric PLN atas Bandung bjb Tandamata pada Sabtu kemarin.
Electric PLN harus melalui lima set yang sengit untuk melanjutkan tren kemenangan mereka. Skornya adalah 20-25, 25-23, 25-27, 25-18, 15-13. Ozsoy mencatatkan 32 poin dalam laga tersebut.
Ketajaman eks pemain timnas Turki ini akan kembali dibutuhkan ketika Electric PLN harus bertanding melawan Medan Falcons pada malam nanti.
Electric PLN akan menghadapi Medan Falcons pada pukul 19.00 WIB.
Di sisi pemain lokal, Calista Maya Ersandita (Bandung bjb Tandamata) dan Ersandrina Devega Salsabila (Electric PLN) juga eksis di 10 besar klasemen top skor sementara.
Calista Maya telah menyumbangkan 42 poin bagi Bandung bjb, sedangkan Devega alias Caca terpaut tidak jauh dengan 39 poin. Kedua pemain ini menjadi opsi penting dalam serangan tim masing-masing.
Megawati Hangestri Pertiwi, sebagai opposite andalan timnas, mengemas 35 poin dalam dua laga yang baru dijalani Jakarta Pertamina Enduro.
Megatron akan kembali beraksi ketika Pertamina Enduro menghadapi pemuncak klasemen, Gresik Phonksa Plus Pupuk Indonesia, pada pukul 13.00 WIB.
Sedangkan dari sektor putra, laga akbar akan tersaji pada pukul 16.00 WIB karena ulangan grand final antara Jakarta Bhayangkara Presisi dan Jakarta LavAni Livin’ Transmedia.
Ketajaman duo Agil Angga Anggara dan Rendy Febrian Tamamilang di Bhayangkara akan diadu dengan Boy Arnez Arabi yang ditemani Taylor Lee Sander dan Dickinson Nathaniel.
KLASEMEN TOP SKOR PROLIGA 2026
Putra
- Luvi Febrian Nugraha (Medan Falcons Tirta Bhagasasi) 47 poin
- Rama Fazza Fauzan (Surabaya Samator) 44 poin
- Fahri Septian Putratama (Medan Falcons Tirta Bhagasasi) 41 poin
- Ageng Wardoyo (Surabaya Samator) 39 poin
- Liosbel Mendez Iglesias (Medan Falcons Tirta Bhagasasi) 37 poin
- Agil Angga Anggara (Jakarta Bhayangkara Presisi) 32 poin
- Rendy Febriant Tamamilang (Jakarta Bhayangkara Presisi) 30 poin
- Dawuda Alahimassalam (Jakarta Garuda Jaya) 25 poin
- M. Haikal Hidayatullah (Jakarta Garuda Jaya) 23 poin
- Bagas Wijanarko (Jakarta Garuda Jaya) 22 poin
- Khan Aimal (Jakarta Bhayangkara Presisi) 19 poin
- Hayun Muhammad (Medan Falcons Tirta Bhagasasi) 19 poin
- Rd Ahmad Gumilar (Jakarta Bhayangkara Presisi) 17 poin
- Arjuna Mahendra (Jakarta Bhayangkara Presisi) 15 poin
- Tedi Oka Syahputra (Surabaya Samator) 15 poin
- Darda Mulya Muhammad (Medan Falcons Tirta Bhagasasi) 15 poin
Putri
- Neriman Ozsoy (Jakarta Electric PLN Mobile) 77 poin
- Anastasia Guerra (Bandung bjb Tandamata) 69 poin
- Sonaly Cidrao (Bandung bjb Tandamata) 65 poin
- Celeste Elle Plak (Jakarta Electric PLN Mobile) 64 poin
- Yonkaira Paola Pena Isabel (Jakarta Popsivo Polwan) 54 poin
- Ana Bjelica (Jakarta Livin Mandiri) 52 poin
- Iana Shcherban (Jakarta Pertamina Enduro) 44 poin
- Bethania De La Cruz De Pena (Jakarta Popsivo Polwan) 44 poin
- Calista Maya Ersandita (Bandung bjb Tandamata) 42 poin
- Ersandrina Devega Salsabila (Jakarta Electric PLN Mobile) 39 poin
- Ceyda Aktas (Jakarta Livin Mandiri) 37 poin
- Annie Valentine Mitchem (Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia) 35 poin
- Megawati Hangestri Pertiwi (Jakarta Pertamina Enduro) 35 poin
- Vi Thi Nhu Quynh (Medan Falcons) 35 poin
- Oleksandra Bytsenko (Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia) 34 poin
Bagikan ke:
