Adikarto.com.CO.ID – JAKARTA.
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa berbagai program prioritas yang dijalankan tetap menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam batas aman, yaitu di bawah 3% dari produk domestik bruto (PDB), sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
“APBN kita tidak keluar dari parameter yang telah ditetapkan. Defisit kami masih berada di bawah ambang batas 3% dari PDB,” ujar Prabowo saat meresmikan 1.072 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan serta melakukan groundbreaking terhadap 107 SPPG Polri, pada Jumat (12/2/2026).
Ia menyampaikan bahwa banyak pihak menilai negatif dengan menuduh dirinya membuang-buang uang. Namun, menurutnya, anggaran yang dialokasikan untuk berbagai program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan hasil penghematan dan efisiensi anggaran yang dilakukan bersama timnya.
Prabowo meyakini bahwa jika tidak dihemat, anggaran tersebut berpotensi dimakan oleh praktik korupsi atau digunakan untuk memperkaya oknum tertentu. Ia juga menyoroti budaya penggunaan anggaran melalui kegiatan yang tidak produktif dan tidak memberikan manfaat bagi masyarakat, seperti rapat di hotel luar kota, seminar dan konferensi, serta kunjungan yang dinilai tidak bermanfaat.
Praktik-praktik ini, katanya, sering kali membuat rakyat merasa ditipu dan dibohongi.
“Rakyat ditipu, rakyat dibohongi, ini yang kita hemat, uang ini yang kita alihkan untuk hal-hal seperti ini,” ujarnya.
Prabowo juga berkomitmen bahwa anggaran untuk program-program ke depan akan diperoleh melalui efisiensi dari kegiatan-kegiatan di pemerintahan yang dinilai tidak bermanfaat.
Untuk diketahui, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2.567,9 triliun untuk menjalankan berbagai program Presiden Prabowo Subianto di tahun 2026. Anggaran tersebut mencapai 66,83% dari total belanja negara di 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 3.842,7 triliun.
Sementara itu, pemerintah menargetkan defisit APBN di 2026 mencapai 2,68% dari PDB. Akan tetapi, jika mengacu pada target kinerja Kementerian Keuangan Tahun 2025-2029, target defisit tersebut berada di atas batas aman kisaran 2,45% hingga 2,53% dari PDB pada 2026.
Program Prioritas dan Efisiensi Anggaran
Berikut beberapa program prioritas yang menjadi fokus pemerintahan Presiden Prabowo:
-
Makan Bergizi Gratis (MBG)
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Anggaran yang dialokasikan untuk MBG berasal dari penghematan dan efisiensi di berbagai sektor pemerintahan. -
Ketahanan Pangan
Pemerintah melalui program SPPG dan gudang ketahanan pangan berupaya memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan stabil. Hal ini juga menjadi bagian dari strategi untuk mencegah inflasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. -
Program Kepolisian (SPPG Polri)
Pengembangan infrastruktur kepolisian melalui SPPG Polri bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi operasional polisi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Penanganan Defisit APBN
Meskipun target defisit APBN di 2026 adalah 2,68%, pemerintah tetap berupaya agar tidak melebihi ambang batas yang ditetapkan. Untuk mencapai hal ini, pemerintah akan fokus pada penghematan dan peningkatan efisiensi di berbagai sektor pemerintahan.
Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:
- Mengurangi kegiatan yang tidak produktif seperti rapat dan seminar yang tidak memberikan dampak nyata.
- Memperbaiki sistem pengelolaan anggaran agar lebih transparan dan akuntabel.
- Menjaga kualitas pelayanan publik tanpa mengorbankan efisiensi anggaran.
Dengan komitmen yang kuat, pemerintahan Presiden Prabowo berharap mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan dan stabilitas ekonomi nasional.
Bagikan ke:
