Warga Negara Rusia Ditemukan Tewas Gantung Diri di Bali
Seorang warga negara (WN) Rusia berinisial VG, perempuan berusia 50 tahun, ditemukan tewas gantung diri di sebuah garasi rumah di Jalan Muding Indah, Desa Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, pada Kamis (1/1) pukul 10.00 WITA. Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat sekitar dan keluarga korban.
VG diduga melakukan tindakan bunuh diri akibat depresi yang terkait dengan perang Rusia-Ukraina. Hasil pemeriksaan polisi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan bahwa korban mengalami kondisi mental yang memburuk akibat dampak konflik tersebut. Polisi menemukan surat wasiat yang ditulis oleh VG, yang menyampaikan perasaan putus asa dan kesedihan terhadap situasi yang dialaminya.
Selain itu, pemilik rumah mengatakan bahwa VG pernah menjalani perawatan depresi pasca-perang. Korban juga diketahui jarang keluar rumah, sehingga tidak terlalu aktif dalam lingkungan sosial.
“Dari keterangan saksi dan surat wasiat yang ditinggalkan korban di ruang tamu, dapat dipastikan bahwa korban meninggal dunia karena bunuh diri yang diduga mengalami depresi,” ujar Pejabat Sementara (PS) Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Jumat (2/1).
VG pertama kali ditemukan oleh asisten rumah tangga (ART) berinisial NWL, perempuan berusia 50 tahun. NWL kemudian memberitahu kondisi VG kepada pemilik rumah, yang selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Barang Bawaan yang Ditemukan
Polisi juga menemukan beberapa barang bawaan milik VG, antara lain uang tunai sebesar Rp 60 juta, 5 dolar AS, 2 dolar Singapura, dan 4.400 baht. Selain itu, identitas diri korban juga ditemukan di lokasi kejadian.
Jenazah VG telah dievakuasi ke RSUP Prof. IGNG Ngoerah Denpasar. Saat ini, pihak kepolisian sedang berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Rusia untuk menghubungi pihak keluarga korban.
Isi Surat Wasiat

Berikut beberapa isi surat wasiat VG yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia:
- Saya tidak punya uang lagi untuk bertahan hidup. Dulu saya berhenti bekerja karena hati nurani saya tidak mengizinkan saya membayar pajak kepada Rusia fasis untuk perang ini. Putin telah mengambil segalanya dari saya. Tidak ada hal baik di depan, jadi tidak ada alasan dan kekuatan untuk melanjutkan.
- Saya secara resmi memberikan izin untuk mendonorkan organ saya jika hal tersebut legal di Indonesia.
- Ada beberapa pakaian yang masih layak di dalam koper untuk disumbangkan kepada orang yang membutuhkan, mungkin ke panti asuhan.
- Tolong kremasi tubuh saya atau apa pun yang tersisa setelah kemungkinan donor organ di sini, di Bali. Saya ingin abu jenazah saya ditebarkan di laut. Saya telah meninggalkan Rp 60 juta untuk kremasi. Saya yakin jumlah itu cukup. Tidak perlu upacara. Pakaian untuk prosedur jika diperlukan ada di atas tempat tidur.
- Tolong beri tahu saudara saya. Terima kasih. Saya minta maaf atas semua kesulitan yang telah saya timbulkan.
Bagikan ke:
