Demonstrasi Besar Digelar Serentak di Denmark
Ribuan orang turun ke jalan di Kopenhagen dan sejumlah kota besar Denmark lainnya seperti Aarhus, Aalborg, dan Odense untuk mengikuti demonstrasi bertajuk “Hands off Greenland”. Aksi ini digelar untuk menentang upaya Presiden Donald Trump mengambil alih Greenland, wilayah otonom di bawah kedaulatan Denmark. Di Greenland, sekitar 900 warga dari total populasi 57 ribu jiwa juga berencana menggelar aksi serupa di ibu kota Nuuk, dengan peserta membawa bendera Greenland menuju konsulat AS sebagai simbol perlawanan terhadap rencana tersebut.
Demonstrasi utama di Kopenhagen dimulai pukul 12.00 waktu setempat dan berhenti di depan Kedutaan Besar AS sekitar satu jam kemudian. “Melalui demonstrasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa kami bertindak, bersatu, dan mendukung para politisi, diplomat, serta mitra kami,” ujar Kristian Johansen, salah satu penyelenggara aksi.
Trump Ancam Kenakan Tarif bagi Negara yang Tidak Setuju Rencana Pengambilalihan Greenland
Pernyataan Presiden Donald Trump pada Jumat (16/1/2026), memicu ketegangan diplomatik baru, setelah ia menyebut kemungkinan untuk menerapkan tarif terhadap negara-negara yang menolak rencananya mengambil alih Greenland, wilayah otonom kaya sumber mineral di bawah kedaulatan Denmark. Trump menyampaikan hal itu saat diskusi di Gedung Putih mengenai investasi pada sektor kesehatan pedesaan.
Penasihat senior Gedung Putih, Stephen Miller, mengungkapkan adanya pembicaraan awal yang positif dalam pertemuan antara pejabat AS, Denmark, dan Greenland pekan ini. Namun, ia menegaskan bahwa Trump tetap bersikeras menginginkan kendali atas pulau strategis tersebut. Sementara itu, delegasi bipartisan anggota Kongres AS justru melakukan kunjungan ke Kopenhagen untuk menunjukkan dukungan terhadap Denmark dan pemerintah Greenland, sembari menegaskan bahwa ambisi Trump tidak mewakili sikap rakyat atau lembaga legislatif AS.
“Mereka ingin kami mengeluarkan ratusan miliar dolar untuk mempertahankan wilayah yang 25 persen lebih besar dari Alaska, dengan seluruh biaya ditanggung AS, tetapi masih disebut milik Denmark 100 persen,” ujar Stephen Miller.
Demonstrasi Tekankan Penghormatan Terhadap Demokrasi dan Hak Rakyat Greenland
Tujuan utama dari demonstrasi “Hands off Greenland” adalah untuk menyampaikan pesan penghormatan terhadap prinsip demokrasi dan hak asasi rakyat Greenland di tengah meningkatnya tekanan politik akibat rencana pengambilalihan wilayah oleh AS. Penyelenggara aksi menekankan pentingnya persatuan antara masyarakat Greenland dan Denmark menghadapi situasi tersebut.
“Kami menuntut penghormatan terhadap hak kami untuk menentukan nasib sendiri sebagai negara dan sebagai rakyat,” ujar Avijaja Rosing-Olsen, salah satu penyelenggara aksi. Sementara itu, Ketua kelompok Uagut, Julie Rademacher, menyatakan bahwa ketika ketegangan meningkat dan kepanikan muncul, risiko menciptakan lebih banyak masalah daripada solusi juga bertambah. Ia menyerukan agar warga Greenland, baik yang berada di Denmark maupun di tanah air mereka, tetap bersatu dan saling mendukung.
Hasil survei pada Januari 2025 menunjukkan bahwa 85 persen warga Greenland menolak bergabung dengan AS, sementara hanya 6 persen yang menyatakan setuju, menggambarkan penolakan luas terhadap ide pengambilalihan tersebut.
Berbagai Kelompok Ikut Serta Dalam Aksi Protes
Aksi protes ini diikuti oleh berbagai kelompok masyarakat, aktivis lingkungan, dan organisasi politik yang menilai rencana Trump mengancam kedaulatan serta stabilitas kawasan Arktik. Demonstrasi yang berlangsung damai itu menunjukkan kekuatan kolektif dari masyarakat Denmark dan Greenland dalam melawan upaya campur tangan asing dalam urusan mereka.
Dalam aksi ini, peserta membawa spanduk dan poster yang menunjukkan penolakan terhadap rencana pengambilalihan wilayah oleh AS. Mereka juga menyuarakan pentingnya menjaga kedaulatan dan hak rakyat untuk menentukan nasib sendiri.
Di ibu kota Nuuk, warga Greenland turut serta dalam aksi serupa dengan membawa bendera negara mereka menuju konsulat AS. Hal ini menunjukkan solidaritas antara penduduk lokal dan komunitas internasional dalam menolak rencana yang dianggap merugikan.
Upaya Pemerintah Denmark untuk Memperkuat Hubungan dengan AS
Meskipun ada ketegangan, pemerintah Denmark tampaknya sedang mencari dukungan dari Kongres AS untuk memperkuat posisi mereka dalam menghadapi tekanan dari pihak AS. Delegasi anggota Kongres AS yang datang ke Kopenhagen menunjukkan dukungan terhadap Denmark dan pemerintah Greenland, sekaligus menegaskan bahwa ambisi Trump tidak merepresentasikan keinginan rakyat atau lembaga legislatif AS.
Dalam pertemuan tersebut, para anggota Kongres AS menekankan pentingnya menjaga hubungan diplomatik yang baik antara negara-negara Nordik dan AS, sambil tetap mempertahankan prinsip kedaulatan dan kebebasan wilayah.
Komentar dari Tokoh-Tokoh Lokal
Tokoh-tokoh lokal seperti Avijaja Rosing-Olsen dan Julie Rademacher memberikan pernyataan yang menunjukkan kepedulian terhadap isu ini. Mereka menekankan pentingnya menjaga harmoni antara masyarakat dan pemerintah, serta menghindari konflik yang bisa merugikan semua pihak.
Dalam pidato mereka, para tokoh ini menyampaikan harapan bahwa perdamaian dan kerja sama akan menjadi prioritas dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan eksploitasi sumber daya alam.
Kesimpulan
Demonstrasi “Hands off Greenland” menunjukkan bahwa masyarakat Denmark dan Greenland sangat peduli terhadap kedaulatan dan hak-hak mereka. Meskipun ada tekanan dari pihak luar, mereka tetap bersatu dan menolak segala bentuk intervensi yang dianggap merugikan. Aksi ini juga menjadi panggilan untuk menjaga prinsip demokrasi dan keadilan di seluruh dunia.
Bagikan ke:
