Menteri KKP Konfirmasi Tiga Staf Terlibat dalam Pesawat yang Hilang Kontak
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono telah mengonfirmasi bahwa tiga staf KKP menjadi penumpang pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Pesawat tersebut milik Indonesia Air Transport (IAT) dan sedang melakukan penerbangan dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
Ketiga staf tersebut merupakan anggota tim air surveillance dari Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP. Mereka tengah menjalankan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara. Dalam konferensi pers di Kantor KKP, Jakarta Pusat, Sabtu malam, Sakti Wahyu Trenggono menyatakan bahwa pegawai KKP yang terlibat dalam pesawat tersebut sedang menjalankan tugas pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia.
Tiga staf KKP yang terdaftar sebagai penumpang pesawat adalah Ferry Irrawan selaku Analis Pengamat, Deden Mulyana sebagai Pengelola Barang Milik Negara, serta Yoga Naufal yang bertugas sebagai Operator Foto Udara. Saat ini, proses pencarian pesawat masih berlangsung dan sepenuhnya ditangani oleh tim SAR gabungan, Basarnas, KNKT, serta Kementerian Perhubungan.
Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa hingga pukul 19.20 WIB, berdasarkan informasi terakhir dari Kantor SAR Nasional Makassar, pesawat, kru, dan penumpang masih dalam proses pencarian. Ia memohon doa dari semua pihak agar pesawat segera ditemukan dan bisa diketahui secara pasti apa yang terjadi.
Selain tiga staf KKP, terdapat tujuh orang awak pesawat yang juga belum ditemukan. Mereka terdiri dari pilot, kopilot, teknisi, serta pramugari pesawat. Pesawat ATR 42-500 tersebut dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 11.23 WIB saat melakukan pendekatan ke landasan pacu Bandara Sultan Hasanuddin.
Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan di kawasan pegunungan Kabupaten Maros dan sekitarnya. KKP terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memantau perkembangan pencarian. Namun, terkait proses pencarian dan penyebab insiden, pihak KKP menyerahkan sepenuhnya kepada Basarnas, KNKT, dan Kementerian Perhubungan.
Tim Pencarian Terus Berupaya
Proses pencarian pesawat yang hilang kontak terus berlangsung dengan melibatkan berbagai elemen. Tim SAR gabungan bekerja sama dengan Basarnas, KNKT, dan Kementerian Perhubungan untuk mencari jejak pesawat dan para penumpang. Operasi ini dilakukan di kawasan pegunungan Kabupaten Maros dan sekitarnya, yang menjadi lokasi kemungkinan jatuhnya pesawat.
Pencarian ini melibatkan alat dan teknologi canggih seperti drone, perahu karet, serta pasukan khusus yang terlatih untuk operasi penyelamatan darurat. Meskipun kondisi medan cukup sulit, tim pencarian tetap berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan pesawat dan memberikan bantuan kepada para penumpang jika ditemukan.
Penyebab Kecelakaan Masih Dicari
Meski proses pencarian sedang berjalan, penyebab kecelakaan masih menjadi pertanyaan besar. Pihak berwenang seperti KNKT dan Kementerian Perhubungan akan melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab pasti dari kehilangan kontak pesawat. Hasil investigasi ini akan menjadi dasar bagi langkah-langkah pencegahan di masa depan.
Dalam waktu dekat, hasil investigasi akan dipublikasikan untuk memberikan jawaban yang jelas kepada publik. Selama itu, KKP akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait.
Doa dan Harapan
Seluruh masyarakat Indonesia diharapkan dapat memberikan doa dan dukungan moral kepada keluarga korban serta tim pencarian. Keberhasilan operasi pencarian sangat bergantung pada kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak. Semoga pesawat dapat segera ditemukan dan semua penumpang dapat selamat.
Bagikan ke:
