Investasi di Sulawesi Tengah Terus Meningkat
Kabupaten Morowali masih menjadi daerah dengan kontribusi investasi terbesar di Sulawesi Tengah sepanjang Januari hingga September 2025. Nilai investasi yang masuk ke daerah tersebut tercatat mencapai sekitar Rp83,17 triliun. Posisi kedua ditempati Kabupaten Morowali Utara dengan realisasi investasi sebesar Rp19,13 triliun. Sementara itu, Kabupaten Banggai berada di peringkat ketiga dengan nilai investasi mencapai Rp2,19 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Tengah, Moh Rifani Pakamundi, menjelaskan bahwa tingginya realisasi investasi di Morowali dan Morowali Utara tidak terlepas dari keberadaan kawasan industri pengolahan dan hilirisasi mineral, khususnya industri logam dasar. Ia mengatakan:
“Morowali dan Morowali Utara menjadi pusat utama investasi karena didukung kawasan industri berskala besar. Industri logam dasar masih menjadi penopang utama investasi di Sulawesi Tengah,” ujar Rifani.
Secara keseluruhan, realisasi investasi Sulawesi Tengah hingga triwulan III 2025 mencapai Rp97,61 triliun. Angka tersebut menempatkan Sulawesi Tengah secara konsisten berada di lima besar nasional dalam capaian investasi.
Dari total realisasi tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) masih mendominasi dengan nilai Rp91,32 triliun atau sekitar 93,6 persen. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp6,28 triliun atau 6,4 persen.
Masuknya investasi ke Sulawesi Tengah juga berdampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 22.329 tenaga kerja Indonesia terserap, dengan sektor industri logam dasar menjadi penyumbang terbesar.
Strategi Pemerintah Daerah dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Meski demikian, Rifani menegaskan pemerintah daerah terus mendorong pemerataan investasi ke wilayah lain di Sulawesi Tengah. Diversifikasi investasi diarahkan ke sektor agribisnis, peternakan, serta hilirisasi komoditas non-tambang agar manfaat investasi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Ke depan, kami tidak hanya fokus pada Morowali dan Morowali Utara, tetapi juga mendorong potensi investasi di daerah lain agar pertumbuhan ekonomi lebih merata,” tandasnya.
Faktor Pendukung Investasi di Sulawesi Tengah
Beberapa faktor pendukung meningkatnya investasi di Sulawesi Tengah antara lain:
- Ketersediaan sumber daya alam: Wilayah ini memiliki potensi besar dalam pengolahan mineral dan bahan tambang.
- Kawasan industri yang berkembang: Keberadaan kawasan industri yang besar memungkinkan pengembangan sektor industri logam dasar.
- Kebijakan pemerintah yang pro-investasi: Pemerintah daerah memberikan kemudahan dalam proses perizinan dan layanan investasi.
- Akses infrastruktur yang baik: Jalan raya, pelabuhan, dan bandara yang memadai memfasilitasi transportasi dan distribusi barang.
Kinerja Investasi di Sulawesi Tengah
Investasi yang masuk ke Sulawesi Tengah terus meningkat dari tahun ke tahun. Berikut adalah data kinerja investasi selama triwulan III 2025:
- Total realisasi investasi: Rp97,61 triliun
- Penanaman Modal Asing (PMA): Rp91,32 triliun (93,6%)
- Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN): Rp6,28 triliun (6,4%)
Selain itu, investasi yang masuk juga memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja. Sebanyak 22.329 tenaga kerja Indonesia terserap, dengan sektor industri logam dasar menjadi penyumbang terbesar.
Tujuan Masa Depan
Tujuan utama dari strategi pemerintah daerah adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan diversifikasi investasi, masyarakat di berbagai wilayah Sulawesi Tengah dapat merasakan manfaat dari pengembangan ekonomi.
Bagikan ke:
