Kepedulian Taruna Akpol dalam Persiapan Latsitardanus 2026
Kepedulian dan semangat pengabdian ditunjukkan oleh para Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) menjelang pelaksanaan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) Tahun 2026. Sejumlah Taruna Akpol melaksanakan aksi pembersihan dan sterilisasi Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Aceh Tamiang, pada Kamis (15/1/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap fasilitas publik yang akan digunakan sebagai Posko Induk Satuan Latihan (Satlat) Kijang, sekaligus wujud nyata kehadiran Taruna di tengah masyarakat pascabanjir. Para Taruna tampak bahu-membahu membersihkan sisa lumpur dan sampah, memastikan lingkungan kembali layak, bersih, dan nyaman.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan Latsitardanus 2026 yang tidak hanya berorientasi pada aspek latihan dan kedisiplinan, tetapi juga pembentukan karakter, empati, serta kepedulian sosial para calon perwira TNI-Polri.
Sebelumnya, pada 14 Januari 2026, Tim Aju II Latsitardanus telah diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang dan tiba di Dermaga Belawan Medan, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Aceh Tamiang. Pergeseran pasukan tersebut merupakan bagian dari kesiapan awal pelaksanaan Latsitardanus di wilayah Aceh.
Selain menyiapkan sarana pendukung kegiatan latihan, para Taruna Akpol juga direncanakan akan melaksanakan bakti sosial di Desa Tanjung Karang, Kabupaten Aceh Tamiang, dengan menyasar masyarakat yang terdampak bencana banjir. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata serta membantu meringankan beban warga dalam masa pemulihan.
Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan bahwa kehadiran Taruna Akpol dalam kegiatan ini merupakan cerminan nilai pengabdian dan semangat humanis Polri.
“Latsitardanus bukan sekadar latihan integrasi, tetapi juga sarana membangun kepekaan sosial dan rasa empati. Kehadiran Taruna Akpol di Aceh Tamiang diharapkan dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri,” ujar Kombes Pol Ferry Walintukan.
Rangkaian kegiatan pengabdian dan aksi kemanusiaan ini direncanakan akan berlangsung selama 14 hari, yang diawali dengan upacara pembukaan Latsitardanus 2026 pada Selasa, 20 Januari 2026, bersama empat matra lainnya, bertempat di Lapangan Kompi Infanteri Kabupaten Aceh Tamiang.
Melalui kegiatan tersebut, Taruna Akpol diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman lapangan, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian dan kebersamaan sebagai bekal pengabdian kepada bangsa dan negara.
Rencana Kegiatan Latsitardanus 2026
Beberapa hal penting yang akan dilakukan selama pelaksanaan Latsitardanus 2026 antara lain:
-
Pembersihan dan Sterilisasi Fasilitas Publik
Para Taruna Akpol melakukan pembersihan dan sterilisasi Kantor Dispora Kabupaten Aceh Tamiang. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan fasilitas tersebut siap digunakan sebagai Posko Induk Satlat Kijang. -
Bakti Sosial di Wilayah Terdampak Banjir
Rencananya, Taruna Akpol akan melaksanakan bakti sosial di Desa Tanjung Karang, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir. -
Pengabdian dan Pembentukan Karakter
Latsitardanus tidak hanya fokus pada latihan teknis, tetapi juga pada pembentukan karakter, empati, serta kepedulian sosial para calon perwira TNI-Polri. -
Pembukaan Latsitardanus 2026
Upacara pembukaan akan dilaksanakan pada Selasa, 20 Januari 2026, di Lapangan Kompi Infanteri Kabupaten Aceh Tamiang. Acara ini akan dihadiri oleh empat matra lainnya.
Peran dan Kontribusi Taruna Akpol
Taruna Akpol memiliki peran penting dalam Latsitardanus 2026. Mereka tidak hanya mengikuti latihan fisik dan mental, tetapi juga berkontribusi secara langsung dalam kegiatan sosial dan pengabdian masyarakat. Hal ini mencerminkan komitmen mereka untuk menjadi agen perubahan positif di tengah masyarakat.
Dengan partisipasi aktif dalam kegiatan seperti pembersihan fasilitas publik dan bakti sosial, para Taruna Akpol menunjukkan sikap tanggung jawab dan empati terhadap sesama. Hal ini sangat penting dalam membangun citra positif Polri sebagai lembaga yang dekat dengan masyarakat.
Kesimpulan
Latsitardanus 2026 bukan hanya tentang latihan dan kedisiplinan, tetapi juga menjadi momen penting untuk membangun kepekaan sosial dan rasa empati. Kehadiran Taruna Akpol di Aceh Tamiang menunjukkan bahwa mereka tidak hanya siap dalam aspek profesional, tetapi juga dalam aspek sosial dan pengabdian.
Dengan berbagai kegiatan yang direncanakan, Latsitardanus 2026 diharapkan mampu menciptakan generasi perwira TNI-Polri yang tidak hanya tangguh dalam tugas, tetapi juga peduli terhadap kebutuhan masyarakat.
Bagikan ke:
