Sudirman Said menghadiri deklarasi pendirian Partai Gema Bangsa di JCC. Sumber: Dok. Partai Gema Bangsa.
JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral periode 2014–2016, Sudirman Said, menyampaikan apresiasi terhadap deklarasi pendirian Partai Gerakan Mandiri Bangsa atau Partai Gema Bangsa. Ia melihat kehadiran partai ini sebagai tanda positif di tengah situasi demokrasi Indonesia yang dinilai sedang mengalami perubahan besar.
Menurutnya, Partai Gema Bangsa bisa menjadi wadah untuk mengumpulkan gagasan dan bakat politik terbaik. “Semoga partai ini menjadi ruang agregasi dan konsolidasi ide serta talenta politik yang berkualitas,” ujar Sudirman saat hadir dalam acara deklarasi Partai Gema Bangsa di bilangan Senayan, Jakarta, pada Sabtu (17/1/2026).
Ia menilai bahwa demokrasi saat ini sedang kehilangan semangat aktivisme. “Jangan bayangkan ada dinamika aktivisme seperti Hatta, Sukarno, Yamin, Natsir, dan lain-lain. Ketika para aktivis memutuskan untuk berserikat melalui organisasi politik, itu tentu pertanda baik,” tambahnya.
Sudirman juga memberikan apresiasi kepada para pendiri dan penggerak Partai Gema Bangsa yang berinisiatif menciptakan wadah baru dalam politik nasional. Ia menyoroti visi partai yang menempatkan penguatan desentralisasi sebagai agenda utama.
“Ini adalah langkah dewasa untuk meningkatkan mutu demokrasi dan tata kelola negara dengan memberikan ruang lebih besar bagi tokoh-tokoh daerah serta menuntaskan otonomi daerah melalui penguatan otonomi fiskal,” jelasnya.
Selain itu, Sudirman mengapresiasi komitmen partai dalam mengembalikan meritokrasi sebagai inti dari demokrasi. “Meritokrasi adalah praktik yang memberi napas bagi demokrasi. Pemimpin dipilih karena prestasi, rekam jejak, integritas, dan kapasitas. Dengan demikian, demokrasi bisa melahirkan pemimpin yang mumpuni, cakap, dan layak menjadi teladan,” katanya.
Isu meritokrasi saat ini sangat diminati oleh masyarakat, terutama kalangan muda. Mereka merasa khawatir dengan maraknya nepotisme. “Penyakit kronis ini menghambat harapan bagi siapa pun yang bekerja keras dengan keringat sendiri. Nepotisme mengkhianati prinsip keadilan,” tegas Sudirman.
Dalam acara deklarasi tersebut, Ketua Umum Partai Gema Bangsa, Ahmad Rofiq, secara khusus menyapa Sudirman Said. Bahkan, dengan nada bercanda, ia melamar Sudirman untuk bergabung memperkuat barisan partai ke depan. Lamaran tersebut disambut hangat oleh peserta acara.
Sudirman berharap kehadiran partai baru ini tidak hanya menambah jumlah peserta pemilu, tetapi benar-benar membawa perubahan dalam praktik politik. “Kehadirannya harus menjadi darah segar bagi kembali hidupnya jiwa aktivisme yang telah dirintis para pendiri. Partai ini juga harus mampu memulihkan kepercayaan publik terhadap muruah demokrasi sebagai alat untuk mewujudkan tujuan bernegara sebagaimana diamanatkan alinea keempat Pembukaan UUD 1945,” tutup Sudirman.
Bagikan ke:
