Sosok Bripda Muhammad Rio yang Viral di Media Sosial
Seorang polisi Indonesia diketahui bergabung dengan tentara bayaran Rusia dalam konflik antara Rusia dan Ukraina. Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dari wilayah hukum Polda Aceh kini menjadi sorotan publik setelah anggotanya, Bripda Muhammad Rio, nekat meninggalkan tugasnya untuk bergabung dengan militer asing.
Bripda Muhammad Rio adalah seorang personil Korps Brigade Mobile (Brimob) Polda Aceh. Korps Brimob merupakan kesatuan operasi khusus Polri yang bertugas menangani ancaman Kamtibmas berintensitas tinggi. Pangkat terakhir Bripda Rio adalah Brigadir Polisi Dua (Bripda), yaitu pangkat terendah dalam golongan Bintara di Polri. Lambang kepangkatannya berupa simbol 1 balok panah perak di pundaknya.
Rekam Jejak Bripda Muhammad Rio
Sebelum mengambil keputusan tersebut, Bripda Muhammad Rio memiliki rekam jejak sebagai polisi bermasalah. Ia pernah dihukum demosi dan pemindahan pangkat lebih rendah selama 2 tahun karena melanggar kode etik profesi Polri. Salah satu pelanggaran yang dilakukannya adalah menjalin hubungan perselingkuhan hingga menikah siri dengan wanita yang bersangkutan.
Kasus ini telah diputuskan melalui Sidang Komite Kode Etik Profesi (KKEP) pada 14 Mei 2025 dengan Nomor: PUT KKEP/12/V/2025/KKEPP. Selain itu, ia juga pernah melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan meninggalkan tugas tanpa izin.
Kronologi Kepergian Bripda Muhammad Rio
Semua bermula saat Bripda Muhammad Rio tidak masuk kantor sejak Senin 8 Desember 2025. Beberapa hari kemudian, ia mengirimkan foto dan video dirinya dalam seragam tentara Rusia kepada anggota Provos Sat Brimob Polda Aceh, Kasi Yanma, serta PS Kasubbagrenmin. Dalam pesan tersebut, ia menyebutkan nominal gaji yang diterimanya sebagai tentara bayaran.
Anggota Provos mencoba mencari keberadaan Bripda Muhammad Rio di rumah orang tua dan rumah pribadinya, tetapi tidak berhasil menemukannya. Akhirnya, Polda Aceh menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan Nomor: DPO/01/I/HUK.12.10/2026 tanggal 7 Januari 2026. Pemanggilan sudah dilakukan, namun tidak ada tanggapan.
Pada Jumat 9 Januari 2026, Polda Aceh menggelar sidang Komisi Kode Etik Profesi (Polri). Hasilnya, Bripda Muhammad Rio dipecat dari anggota Polri.
Diduga Motif Ekonomi
Menurut Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, Bripda Muhammad Rio sudah keluar dari Indonesia sejak 19 Desember 2025. Ia awalnya pergi ke China lalu melanjutkan ke wilayah Rusia. Meski belum mengetahui secara pasti alasan Bripda Rio bergabung dengan tentara Rusia, dugaannya adalah faktor ekonomi.
“Kalau motif saya belum bisa mendalami, belum ketemu orangnya. Kalau kita dengar cerita-cerita bisa aja itu (karena tertarik penghasilan lebih besar),” ujarnya.
Kronologi Bripda Rio Gabung Tentara Rusia
Berikut kronologi Bripda Rio bergabung dengan Angkatan Bersenjata Rusia:
- 14 Mei 2025: Dijatuhi sanksi mutasi demosi selama dua tahun akibat melakukan pelanggaran kode etik profesi Polri berupa perselingkuhan hingga menikah siri.
- 8 Desember 2025: Bripda Rio tidak masuk kantor untuk melaksanakan dinas tanpa keterangan yang jelas.
- 24 Desember 2025: Polda Aceh melayangkan surat panggilan terhadap Bripda Rio, tetapi tak kunjung datang. Polda Aceh pun melakukan pencarian ke rumah Bripda Rio, tapi yang bersangkutan tidak ada.
- 6 Januari 2026: Polda Aceh kembali memberikan surat panggilan kedua kepada Bripda Rio.
- 7 Januari 2026: Bripda Rio mengirimkan pesan WhatsApp kepada anggota Provos Sat Brimob Polda Aceh, Kasi Yanma, serta PS Kasubbagrenmin. Isinya yakni informasi yang disertai foto dan video yang menunjukkan bahwa Bripda Rio telah bergabung dengan divisi tentara bayaran Rusia.
- 9 Januari 2026: Berdasarkan sidang Komisi Kode Etik Polri, Bripda Rio dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat atau PTDH.
- 18 Desember 2025: Bripda Rio meninggalkan tanah air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Pudong, Shanghai (PVG). Pada 19 Desember 2025, Bripda Rio melanjutkan penerbangan dari Shanghai menuju Bandara Internasional Haikou Meilan.
Bagikan ke:
