
Nama Florencia Lolita Wibisono tercatat dalam daftar penumpang pesawat ATR 42-500 yang diterbangkan oleh Indonesia Air Transport (IAT) dengan rute Yogyakarta-Makassar. Pesawat tersebut mengalami kecelakaan di wilayah antara Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, pada hari Sabtu (17/1).
Florencia Lolita Wibisono, yang akrab dipanggil Ollen, memiliki latar belakang keturunan Manado. Ibunya berasal dari Kendis, Minahasa, Sulawesi Utara. Informasi ini menunjukkan bahwa Ollen memiliki ikatan kuat dengan wilayah Timur Indonesia.
Salah satu kerabat korban, Juwita, menyampaikan bahwa keluarga Ollen telah mempersiapkan diri untuk segera berangkat ke Makassar. Ia menjelaskan bahwa mereka akan tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada siang atau sore hari.

Florencia Akan Menikah
Sementara itu, pihak keluarga lainnya masih belum percaya dengan peristiwa yang terjadi. Mereka tetap berharap adanya mukjizat yang bisa membawa Olen kembali selamat. Anastasya, salah satu kerabat, menyampaikan rasa sedih dan kekecewaan yang mendalam.
“Kami masih menunggu kabar tentang Olen. Ini sangat menyakitkan bagi kami. Semoga ada mukjizat dan Olen segera ditemukan,” ujarnya.
Dari informasi yang didapat dari kerabat korban, diketahui bahwa Olen akan segera melangsungkan pernikahan. Meski demikian, tanggal pasti pernikahannya belum diungkapkan.
“Olen somo kaweng (mau nikah),” kata kerabat tersebut.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan terus melakukan pencarian di lokasi kecelakaan. Mereka berhasil menemukan titik terang dengan ditemukannya badan pesawat ATR 42-500 di puncak Gunung Bulusaraung. Proses pencarian dan evakuasi masih dilakukan secara intensif.
Fakta-Fakta Terkait Kecelakaan Pesawat
- Jumlah Penumpang: Pesawat ATR 42-500 yang jatuh memiliki jumlah penumpang yang masih dalam proses identifikasi.
- Lokasi Jatuh: Pesawat jatuh di wilayah antara Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan. Lokasi ini merupakan area yang sulit dijangkau, sehingga memperlambat proses pencarian.
- Status Penumpang: Beberapa nama penumpang telah diidentifikasi, termasuk Florencia Lolita Wibisono. Keluarga para korban terus berada di lokasi kejadian untuk menunggu kabar terbaru.
Peran Tim SAR Gabungan
Tim SAR gabungan terus bekerja keras untuk menemukan para korban dan membawa mereka ke tempat yang aman. Proses pencarian melibatkan berbagai instansi seperti TNI, Polri, dan organisasi bantuan darurat.
- Peralatan Pencarian: Tim menggunakan alat canggih seperti drone dan peralatan deteksi suara untuk mencari korban yang mungkin terjebak di dalam pesawat.
- Bantuan Medis: Petugas medis juga hadir di lokasi untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban yang ditemukan.
Harapan Keluarga Korban
Keluarga korban masih menunggu kabar baik. Mereka berdoa agar semua penumpang dapat selamat dan tidak ada korban jiwa.
“Semoga mukjizat terjadi dan Olen segera ditemukan,” harap salah satu kerabat.
Proses pencarian dan identifikasi masih berlangsung. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pihak berwenang.
Bagikan ke:
