Putra Papua Berada di Puncak Kepemimpinan Polri
Sejumlah putra terbaik Papua kini menduduki posisi penting dalam jajaran perwira tinggi dan menengah Polri. Mutasi besar-besaran yang dilakukan pada Januari 2026 menjadi bukti nyata bahwa kompetensi dan dedikasi anak-anak asli Papua diakui secara nasional. Dalam rangka penyegaran organisasi, sejumlah nama terpilih untuk mengisi jabatan strategis di berbagai wilayah.
Irjen Pol Johny Eddizon Isir resmi dipromosikan sebagai Kepala Divisi Humas Polri. Lulusan terbaik Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 ini kini mengemban tanggung jawab besar sebagai wajah utama komunikasi publik kepolisian di tingkat nasional. Ia menggantikan posisi perwira tinggi sebelumnya dalam rangka penyegaran organisasi.
Brigjen Pol Alfred Papare juga ditunjuk sebagai Kapolda Papua Barat yang baru. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan kepemimpinan di tanah Papua. Selain itu, Kombes Pol Jeremias Rontini terpilih sebagai Kapolda Papua Tengah. Pembentukan pimpinan di wilayah otonomi baru tersebut diharapkan mampu mempercepat stabilitas keamanan dan pelayanan publik di jantung provinsi baru tersebut.
Sektor operasional Polda Papua kini diperkuat oleh Kombes Pol Muhajir yang mendapatkan amanah baru untuk menjabat sebagai Wakapolda Papua. Sementara itu, Kombes Pol Victor Dean Mackbon turut menorehkan prestasi gemilang dengan penugasan sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Metro Jaya. Penunjukan mantan Kapolresta Jayapura ini menjadi sinyal kuat bahwa kualitas perwira asal Papua diakui secara nasional untuk menjaga stabilitas ekonomi di ibu kota.
Di level kewilayahan, AKBP Dionisius Vox Dei Helan dipercaya mengemban jabatan sebagai Kapolres Jayapura untuk menjaga kondusivitas wilayah penyangga ibu kota provinsi. Posisi krusial di internal organisasi juga diisi oleh AKBP Umar Nasatekay yang kini menjabat sebagai Kabagbinkar Biro SDM Polda Papua.
Selain putra daerah, mutasi ini mencatat rotasi penting bagi Irjen Pol Sandi Nugroho yang dipercaya memimpin sebagai Kapolda Sumatera Selatan. Brigjen Pol Faizal Ramadani yang sebelumnya Wakapolda Papua kini mendapatkan tugas edukasi sebagai Widyaiswara TK I Lemdiklat Polri.
Transformasi Institusi Menuju Polri yang Presisi
Penyegaran organisasi ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan prestasi para perwira dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kehadiran para putra Papua di posisi elit kepolisian diharapkan dapat memperkuat jembatan komunikasi antara Polri dan masyarakat di wilayah Timur Indonesia.
Penempatan ini bukan sekadar rotasi rutin melainkan representasi keadilan organisasi bagi perwira yang memiliki rekam jejak integritas tinggi di lapangan. Masyarakat Papua menyambut positif kebijakan ini sebagai bentuk pengakuan nyata terhadap kompetensi sumber daya manusia asli Papua di institusi keamanan negara.
Corneles, yang mewakili masyarakat Papua, menyambut haru penunjukan para perwira terbaik tersebut karena menjadi bukti nyata kesetaraan karier di institusi negara. “Ini bukan hanya soal pangkat, tetapi kebanggaan bagi kami melihat anak asli Papua mampu berdiri sejajar di posisi elit Mabes Polri hingga menjadi Kapolda,” ujarnya.
Diharapkan para pejabat baru ini dapat segera beradaptasi dan melakukan akselerasi terhadap program prioritas Polri dalam memberikan perlindungan kepada warga. Transformasi institusi menuju Polri yang presisi diprediksi akan semakin solid dengan komposisi kepemimpinan yang inklusif dan profesional di seluruh nusantara.
Bagikan ke:
