Adira Finance Menerbitkan Obligasi dan Sukuk Senilai Rp 5,9 Triliun
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) telah mengumumkan penerbitan obligasi dan sukuk dengan total nilai sebesar Rp 5,9 triliun pada tahun 2025. Penerbitan ini dilakukan untuk mendukung berbagai kegiatan pembiayaan konsumen yang menjadi inti dari bisnis perusahaan.
Chief Financial Officer Adira Finance, Sylvanus Gani, menjelaskan bahwa dana yang dihasilkan dari penerbitan obligasi tersebut akan digunakan secara utuh untuk pendanaan konsumen. Ia menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat posisi pasar dan memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan.
“Semua dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi digunakan untuk kegiatan pembiayaan konsumen, sesuai dengan arah bisnis perseroan,” ujarnya saat berbicara kepada media, Senin (19/1).
Gani juga menyampaikan bahwa Adira Finance masih terbuka terhadap peluang penerbitan obligasi pada tahun ini. Namun, ia menegaskan bahwa perusahaan akan lebih dulu mengevaluasi kondisi bisnis dan kebutuhan pendanaan sebelum mengambil keputusan untuk penerbitan pada tahun 2026.
“Terkait rencana penerbitan obligasi dan sukuk selanjutnya, perusahaan terus mencermati kondisi bisnis serta kebutuhan pendanaan ke depannya,” tambahnya.
Penurunan Tingkat Kupon dan Bagi Hasil
Menurut Gani, rata-rata tingkat kupon dan bagi hasil obligasi atau sukuk yang diterbitkan oleh Adira Finance menunjukkan tren penurunan. Hal ini sejalan dengan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang terjadi belakangan ini.
Pada penerbitan terakhir yang dilakukan pada Oktober 2025, tingkat kupon dan bagi hasil berada pada kisaran rata-rata sebesar 5,5%. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, yang menunjukkan bahwa perusahaan semakin efisien dalam mengatur biaya pendanaan.
Pertumbuhan Pasar Surat Utang Korporasi
Data dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menunjukkan bahwa nilai penerbitan surat utang atau obligasi oleh perusahaan multifinance mencapai Rp 37,98 triliun pada November 2025. Angka ini melonjak 138% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang hanya sebesar Rp 15,90 triliun.
Ahmad Nasrudin, Fixed Income Analyst Pefindo, menjelaskan bahwa lonjakan ini didorong oleh kebutuhan perusahaan multifinance untuk mendukung ekspansi kredit konsumsi. Sebagai salah satu sektor utama dalam pasar surat utang korporasi, sektor ini terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
Kontribusi Sektor Multifinance
Sektor multifinance kini menjadi salah satu kontributor utama dalam pasar surat utang korporasi. Dengan peningkatan jumlah penerbitan obligasi dan sukuk, sektor ini tidak hanya memberikan dukungan finansial bagi perusahaan, tetapi juga membantu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan akses kredit bagi masyarakat.
Adira Finance, sebagai salah satu pemain utama di sektor ini, terus berkomitmen untuk meningkatkan layanan dan memastikan stabilitas keuangan perusahaan. Dengan strategi yang jelas dan evaluasi berkala terhadap kondisi pasar, perusahaan siap menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.
Bagikan ke:
