Penerbitan Sukuk CNAF Mencapai Rp 3,1 Triliun pada 2025
PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mengumumkan bahwa perusahaan telah menerbitkan surat utang atau obligasi berupa sukuk sebesar Rp 3,1 triliun pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya, yaitu Rp 1 triliun pada 2024.
Presiden Direktur CNAF, Ristiawan Suherman, menjelaskan bahwa peningkatan ini mencerminkan strategi perusahaan dalam memperkuat sumber pendanaan. “Pada 2025, CNAF berhasil menerbitkan sukuk senilai Rp 3,1 triliun. Ini merupakan kenaikan sebesar 210% dibandingkan tahun 2024,” ujarnya.
Selain itu, CNAF juga memiliki rencana untuk menerbitkan sisa sukuk PUB Sukuk Wakalah Bi Al-Istitsmar Berkelanjutan I CNAF Tahap IV Tahun 2026 sebesar Rp 900 miliar. Rencana ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan perusahaan dan memenuhi kebutuhan pendanaan jangka panjang.
Pendanaan yang Lebih Efisien
Ristiawan menjelaskan bahwa penerbitan sukuk menjadi salah satu sumber pendanaan utama bagi CNAF. Perusahaan berupaya memaksimalkan Cost of Fund (CoF) dengan memanfaatkan berbagai sumber pendanaan yang ada, termasuk obligasi, agar bisa mendapatkan biaya pendanaan yang lebih murah.
“Kami terus mencari alternatif pendanaan yang efisien dan sesuai dengan kondisi pasar,” tambahnya.
Mengenai rata-rata kupon obligasi atau sukuk, Ristiawan menyampaikan bahwa nominalnya dipengaruhi oleh waktu penerbitannya. Saat ini, dengan rating AAA yang dimiliki CNAF, kupon obligasi atau sukuk diperkirakan berada di kisaran 5,1%-5,5% untuk tahun ini.
Pertumbuhan Pasar Surat Utang Korporasi
Data dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menunjukkan bahwa nilai penerbitan surat utang atau obligasi oleh sektor multifinance pada November 2025 mencapai Rp 37,98 triliun. Angka ini melonjak 138% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp 15,90 triliun.
Ahmad Nasrudin, Fixed Income Analyst Pefindo, menjelaskan bahwa lonjakan ini disebabkan oleh kebutuhan perusahaan multifinance untuk mendukung ekspansi kredit konsumsi. “Sektor multifinance menjadi salah satu kontributor utama dalam pasar surat utang korporasi,” ujarnya.
Dengan pertumbuhan yang signifikan, sektor ini diharapkan terus memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional. Hal ini juga menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan seperti CNAF semakin aktif dalam mencari sumber pendanaan yang stabil dan efisien.
Strategi Jangka Panjang
CNAF tidak hanya fokus pada penerbitan sukuk, tetapi juga terus mengembangkan strategi jangka panjang untuk memastikan kelangsungan bisnis. Dengan adanya dukungan dari berbagai sumber pendanaan, perusahaan siap menghadapi tantangan pasar dan meningkatkan kapasitas layanan kepada pelanggan.
Selain itu, CNAF juga berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan dan transparansi dalam pengelolaan keuangan. Dengan rating AAA yang dimilikinya, perusahaan diharapkan dapat terus menjadi contoh dalam industri keuangan dan pembiayaan.
Dengan semua langkah tersebut, CNAF siap menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan.
Bagikan ke:
