Peningkatan jumlah kendaraan yang melintasi jalan tol selama periode Natal 2025 dan tahun baru 2026 (Nataru) tercatat oleh Astra Infra. Perusahaan pengelola jalan tol ini mencatatkan kenaikan volume lalu lintas (lalin) kendaraan dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Deddy Pradityo Opficon, Head of Corporate Communications Astra Infra, menjelaskan bahwa selama periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, tercatat sekitar 5,1 juta kendaraan yang melintasi ruas jalan tol milik perusahaan. Angka ini meningkat dari 5 juta kendaraan pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Menurut Deddy, Nataru dan Lebaran merupakan dua periode paling sibuk dalam hal mobilitas masyarakat. Kecenderungan tingginya aktivitas masyarakat selama momen tersebut membuat peningkatan signifikan pada volume lalu lintas.
Beberapa ruas jalan tol yang menjadi fokus pengamatan adalah:
- Jombang-Mojokerto: Ruas ini mencatatkan kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 6,7% secara year on year (YoY). Sebanyak sekitar 700 ribu kendaraan melintasi jalur ini.
- Tangerang-Merak: Terdapat sekitar 2,8 juta kendaraan yang melewati ruas ini.
- Cikopo–Palimanan: Volume lalin mencapai sekitar 1,5 juta kendaraan.
Selain itu, Astra Infra juga sedang melakukan evaluasi atas pengelolaan arus lalu lintas selama Nataru. Evaluasi ini dilakukan sebagai persiapan untuk menghadapi arus mudik Lebaran berikutnya. Dalam prosesnya, perusahaan juga melakukan proyeksi lalu lintas dan mempersiapkan berbagai upaya kesiapan lainnya.
Perusahaan juga terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada pengguna jalan tol. Hal ini mencakup pemeriksaan infrastruktur, peningkatan keamanan, serta pengelolaan lalu lintas agar tetap lancar dan aman.
Deddy menambahkan bahwa kenaikan volume lalin tidak hanya terjadi di satu atau dua ruas jalan tol, tetapi terjadi secara merata di beberapa wilayah. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memanfaatkan jalan tol sebagai alternatif transportasi yang lebih efisien dan nyaman.
Selain itu, Astra Infra juga aktif dalam menyediakan informasi lalu lintas melalui berbagai media. Tujuannya adalah untuk membantu pengemudi dalam merencanakan perjalanan mereka, terutama saat liburan panjang seperti Nataru dan Lebaran.
Peningkatan ini juga menunjukkan bahwa infrastruktur jalan tol telah berhasil memenuhi kebutuhan masyarakat akan aksesibilitas dan kenyamanan dalam berkendara. Dengan adanya peningkatan ini, Astra Infra berharap dapat terus meningkatkan kualitas layanan dan memastikan kepuasan pengguna jalan tol.
Dalam rangka meningkatkan kesiapan, perusahaan juga melakukan pelatihan dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti polisi lalu lintas dan instansi pemerintah. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas selama masa liburan dan mudik.
Dengan adanya evaluasi dan persiapan yang matang, Astra Infra optimis mampu menghadapi tantangan lalu lintas selama momen-momen penting seperti Nataru dan Lebaran. Selain itu, perusahaan juga berkomitmen untuk terus berinovasi dalam pengelolaan jalan tol demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Bagikan ke:
