Aceh Utara – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) melakukan pembersihan lumpur dan material sisa banjir bandang di fasilitas pendidikan yang terdampak bencana di Aceh Utara. Tindakan ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan lingkungan sekolah sekaligus memastikan kelancaran aktivitas belajar mengajar setelah bencana.
Langkah BNI ini selaras dengan upaya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menargetkan agar sekolah-sekolah yang terdampak dapat kembali beroperasi pada awal Januari 2026. Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyatakan bahwa pembersihan fasilitas pendidikan menjadi prioritas utama dalam fase pemulihan awal. Hal ini karena sekolah merupakan sarana vital bagi keberlangsungan pendidikan anak-anak pasca-bencana.
“Kami berupaya hadir melalui aksi nyata di lapangan. Pembersihan sekolah dari lumpur dan material sisa banjir diharapkan bisa mempercepat pemulihan lingkungan belajar sehingga kegiatan pendidikan dapat segera berjalan kembali,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, Ahad (4/1/2026).
Dalam pelaksanaannya, BNI bekerja sama dengan Keluarga Besar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui program BUMN Peduli bertajuk Satu Hati untuk Sumatera. Program ini berada di bawah koordinasi Danantara Indonesia. Berbagai sarana dan sumber daya dikerahkan untuk mendukung proses pembersihan dan penanganan dampak banjir secara terkoordinasi.
Fasilitas pendidikan yang menjadi fokus kegiatan kali ini adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) atau Sekolah Dasar Islam Negeri 33 Aceh Utara. Untuk mendukung proses pembersihan, BNI mengerahkan alat berat seperti excavator, dump truck, mobil tangki air, serta melibatkan tenaga kerja lapangan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BNI yang akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan di lapangan, termasuk pembersihan lanjutan, renovasi fasilitas, dan perbaikan sarana pendukung sekolah.
“Kami berharap dukungan ini dapat membantu menciptakan kembali lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, sehingga siswa dan tenaga pendidik dapat kembali beraktivitas secara normal,” tegas Okki.
Melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, BNI menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam penanganan bencana sekaligus mendukung pemulihan sosial dan pendidikan masyarakat terdampak.
Beberapa langkah yang dilakukan BNI dalam upaya pemulihan antara lain:
- Pembersihan lingkungan sekolah: Melibatkan alat berat dan tenaga kerja untuk membersihkan lumpur dan material sisa banjir.
- Koordinasi dengan BUMN: BNI bekerja sama dengan berbagai BUMN melalui program BUMN Peduli untuk mempercepat proses pemulihan.
- Pemulihan infrastruktur: Termasuk renovasi dan perbaikan fasilitas sekolah agar dapat digunakan kembali secara optimal.
- Program TJSL: Kegiatan ini akan terus dilaksanakan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
BNI juga terus berkomitmen untuk memberikan dukungan yang berkelanjutan kepada masyarakat yang terkena dampak bencana. Dengan kolaborasi yang kuat, BNI berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam pemulihan daerah terdampak.
Bagikan ke:
