Pemulihan Jalur Nasional di Aceh Sudah Tuntas
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa seluruh jalur nasional di Aceh kini telah pulih. Meskipun masih ada beberapa ruas fungsional, jalur-jalur yang sempat terputus akibat bencana alam kini sudah terhubung kembali.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan bahwa perbaikan kerusakan pada jalur nasional di Aceh selesai pada Kamis (1/1). Total 13 ruas jalan nasional sudah berfungsi, dua di antaranya terhubung melalui jalur alternatif.
”Contohnya akses jalan yang menghubungkan Bireuen-Bener Meriah dengan Bener Meriah-Aceh Tengah dapat dilalui melalui jalur alternatif di jembatan Weihni Enang-Enang dan jembatan Jamu Ujung,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan resmi.
Selain itu, satu ruas jalan yang terhubung melalui jalur alternatif adalah Jalan Genting Gerbang-Simpang Uning yang sebelumnya terhambat kini sudah bisa terhubung melalui jalur alternatif di Jembatan Titi Merah. Abdul Muhari juga mengakui bahwa jalur Takengon-Blangkejeren masih dalam proses pemulihan.
”Namun, mulai dari Banda Aceh ke Medan via jalur timur, Banda Aceh-Nagan Raya hingga Medan via jalur barat, lalu Nagan Raya ke Takengon, sudah terhubung,” jelasnya.
Jalur Lhokseumawe-Takengon dan Bireuen-Bener Meriah
Untuk rute Lhokseumawe-Takengon via jalur KKA, Abdul Muhari memastikan bahwa jalur tersebut kini sudah terhubung. Demikian pula jalur Bireuen ke Bener Meriah. Meski ada beberapa titik jembatan masih dalam proses perbaikan, tetapi sudah tersedia jalur alternatif.
”Sehingga fungsional dengan jalur yang menghubungkan dua daerah bisa dilalui. Akses jalan dari Pidie ke Takengon juga sudah terhubung,” tambah Abdul Muhari.
Dengan kondisi tersebut, kini jalur darat di Aceh melalui lintas timur, lintas tengah, dan lintas barat sudah terhubung. Selanjutnya, BNPB yakin pemulihan pasca bencana akan semakin cepat. Utamanya pemulihan sektor energi, kelistrikan dan komunikasi di daerah yang sebelumnya sulit dijangkau seperti Bener Meriah dan Aceh Tengah.
Perbaikan Jembatan dan Titik Longsoran
Tidak hanya jalan, BNPB juga telah menerima laporan bahwa perbaikan jembatan sudah 100 persen selesai. Total ada 16 jembatan rusak akibat bencana. Kini 12 jembatan sudah fungsional di lokasi eksisting. Empat jembatan lainnya fungsional melalui jalur alternatif, yaitu Weihni Enang-Enang, Jamur Ujung, Titi Merah, dan Krueng Beutong.
”Titik longsoran yang tercatat pada 361 titik, telah selesai pengerjaan pada 360 titik atau 99,72 persen,” tambahnya.
Abdul Muhari menegaskan bahwa tinggal satu titik longsoran yang masih dikerjakan. Menurut dia, pemulihan jalan nasional, jembatan, dan titik longsoran adalah hasil kerja sama semua pihak. Baik TNI, Polri, Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dan semua pihak yang sudah bahu-membahu mengupayakan pemulihan.
Bagikan ke:
