Michael Carrick tidak ingin terjebak dalam euforia berlebihan setelah menjalani debut yang luar biasa sebagai pelatih sementara di Manchester United.

Debutnya di bangku pelatih ditandai dengan kemenangan penting atas rival sekota, Manchester City. Pada pertandingan lanjutan pekan ke-22 Liga Inggris, Sabtu (17/1/2026), Setan Merah mengalahkan tetangganya dengan skor 2-0 di Old Trafford.
Gol pembuka dicetak oleh Bryan Mbeumo pada menit ke-65, yang merupakan hasil dari serangan balik yang sangat efektif. Keunggulan United diperbesar oleh gol kedua dari Patrick Dorgu, yang sukses menyelinap untuk menyambar bola umpan Matheus Cunha dari sisi kanan lapangan.
Kemenangan ini disambut antusias oleh para penggemar, terutama setelah klub sempat menghadapi situasi sulit pasca-pemecatan Ruben Amorim. Hasil ini memutus rangkaian performa buruk dalam empat laga terakhir. Sebelumnya, United hanya mampu bermain imbang melawan Wolves (2-2), Leeds (1-1), dan Burnley (2-2), serta kalah dari Brighton di Piala FA (1-2).
Michael Carrick tampak bahagia dengan hasil debutnya. Dia mendapatkan banyak pujian atas penampilannya yang luar biasa. Performa tajamnya dianggap mencerminkan DNA Manchester United yang selama ini hilang. Namun, dia tidak ingin terlalu larut dalam kesuksesan sementara.
Alasannya wajar karena pekan depan, United akan menghadapi lawan terberat musim ini, yaitu Arsenal.
“Saya tidak ingin terlalu terbawa suasana dengan semua hal yang berkaitan dengan DNA ini,” katanya, dikutip dari laman klub.
“Ini adalah hari yang sangat istimewa, tapi ini hanya satu pertandingan. Performa seperti ini harus menjadi hal yang biasa, mesti konsisten kami dapatkan.”
“Hasilnya fantastis, tapi itu jelas belum cukup dan tidak akan pernah cukup. Kami hanya ingin bermain baik hari ini, secara defensif sebagai tim secara keseluruhan.”
“Saya tidak bisa meminta lebih dari para pemain. Mereka memberikan segalanya. Kami hanya punya tiga hari untuk mempersiapkan diri.”
“Mereka menyerap semua taktik, serta mampu menghadapinya secara emosional persis seperti yang kami harapkan,” ujar sang gelandang legendaris.
Michael Carrick dipuji karena berhasil menerapkan taktik yang selama ini tidak digunakan oleh Ruben Amorim. Dia menggunakan skema dengan empat pemain bertahan dan melakukan beberapa penyesuaian posisi bagi para pemain.
Contohnya, Bruno Fernandes kembali bermain sebagai pemain nomor 10 di belakang striker.
“Saya ingin kami bermain sesuai dengan kelebihan tim ini.”
“Kami perlu bermain kompak dan jarak antarunit serta posisi harus sesingkat mungkin.”
“Kami perlu bergerak sebagai tim, dan beberapa kali formasi sedikit terbuka, tapi tetap terlihat berbahaya.”
“Saya pikir barisan pemain depan tampil fantastis. Itu semua yang kami harapkan sehingga mendapatkan hasil yang baik,” tambahnya.
Bagikan ke:
