
Dialektika, — Film Hot Frosty ini manis banget. Kalau diibaratkan dalam hidangan berat, dia seperti camilan penutup setelah makanan utama, gurih dan meninggalkan sisa rasa yang manis. Aku pun nggak sengaja nemuin film ini di Netflix. Sebelum nonton Hot Frosty, aku baru saja selesai menonton film horor dan thriler.
Kamu pasti tahu gimana rasanya habis nonton film horor, visualisasinya masih membekas di pikiran, juga masih terasa sedikit tegang karena beberapa adegan jumpscare. Film yang aku tonton sebelumnya berjudul Pemandi Jenazah.
Setelah nonton horor, rasanya vibes-nya masih menyeramkan. Kayak ada yang ngikutin, mau ke kamar mandi pun jadi takut. Sebenarnya aku tipe penakut kalau nonton yang mistis-mistis, tapi rasa takut itu suka kalah sama rasa penasaran. Nah, untuk “menetralisir” pikiran setelah nonton film horor, aku biasanya lanjut nonton film komedi atau film romantis.
Film ini bercerita tentang seorang janda cantik bernama Katy. Ia ditinggal meninggal oleh suaminya dan telah menjalani kehidupan sendiri selama dua tahun. Katy merasa hampa dan bertekad untuk tidak jatuh cinta lagi. Ia menyibukkan diri dengan mengelola restoran miliknya. Katy sangat rendah hati dan disenangi banyak orang karena keramahannya dan kepeduliannya terhadap sesama.
Namun, di balik senyum dan semangat yang ia tampilkan setiap hari, orang-orang di sekitarnya tahu bahwa Katy masih menyimpan duka atas kepergian suaminya. Mereka berharap Katy bisa move on dan menemukan cinta baru dalam hidupnya.
Suatu hari, Katy mengalungkan syal merah ke leher patung manusia salju. Ajaibnya, beberapa jam setelah itu, patung tersebut berubah menjadi manusia sungguhan: bisa bergerak, berbicara, memiliki detak jantung, dan wajahnya… rupawan sekali. Ia menyebut dirinya Jack.
Jack bukan hanya karakter ajaib, tapi juga memiliki sifat-sifat yang 0,05% saja mungkin bisa ditemukan di dunia nyata. Ia berhati tulus, empatik, totalitas dalam membantu, dicintai anak-anak, super duper ramah, setia, sangat pengertian, dan selalu bisa menghibur. Namanya juga kisah magis dan fiksi, ya. Pasti cuma bisa kita temui di film saja.
Kalau diistilahkan dalam bahasa Jawa Indramayu, Jack ini bisa dibilang “Lanange Jagad.” Sosok Jack ini berhasil mencairkan gunung es di hati Katy yang sudah lama beku. Ya, Katy akhirnya jatuh cinta pada Jack, dan Jack juga merasakan hal yang sama. Pokoknya, kamu bakal dibuat bahagia dan senyum-senyum sendiri nonton film ini. It’s a happy ending movie, ya. Beda banget kalau nonton film psikopat atau horor, seru sih, tapi capek kaget-kaget terus.
Jadi…Hot Frosty adalah tontonan yang manis dan ringan. Cocok banget ditonton bareng anak atau keluarga saat sedang berkumpul. Meskipun film ini nggak menawarkan sesuatu yang kritis atau revolusioner, ia memberikan banyak cinta, kehangatan, keceriaan, humor, dan keajaiban, asalkan kita percaya pada impian dengan sepenuh hati.
Dengan durasi sekitar 90 menit, film ini adalah pelarian sempurna ke dunia fantasi, terutama buat kamu yang jomblo dan pengen punya cowok idaman: baik hati, pengertian, siap menemani, sabar, ganteng, atletis, tidak marah, siap memasang gas, siap manjat genteng di tengah badai, dan memberikan semua materi yang kamu inginkan. Ya… bolehlah kita tatap si Jack dulu di film ini. Siapa tahu nanti jadi nyata!

Seorang guru Bahasa Inggris di sekolah swasta yang juga aktif sebagai Tentor literasi Bahasa Inggris. Suka membaca, diskusi, deep talk, menulis, menonton film kemudian menyelami narasinya, jalan-jalan, dan seorang yang antusias pada olahraga, sebab kombinasi antara intelektual dan latihan fisik konsisten adalah motor penggerak utama dalam berkarya.







