
Dialektika, — Film Kereta Berdarah, karya Rizal Mantovani adalah salah satu karya dalam genre horor/ thriller yang dirilis pada tahun 2024. Film ini mencoba menggabungkan elemen horor dengan ketegangan dalam sebuah perjalanan kereta api yang mencekam. Film ini memberikan sebuah pesan agar tidak memusnahkan ekosistem hutan di Indonesia, yang dikemas dalam genre horror.
Ulasan Film Kereta Berdarah
Kali ini, mengulas movie kereta berdarah, bagi penggemar film horror nan seram, mungkin movie ini menjadi pilihan untuk memacu adrenalin, dan ingin merasakan hal yang unik dibanding film horror yang sudah ada di Indonesia sebelumnya.
Kisah ini mengisahkan, tentang proyek pembangunan tempat wisata di sebuah desa yang dikelilingi dengan hutan yang masih asri, tepatnya latar wilayahnya di daerah Jawa, dalam masa pembangunannya penuh dengan kontroversial dan banyak ditentang oleh warga desa, sebab mereka mengkeramatkan penghuni hutan tersebut.
Namun, yang namanya oknum pejabat akan tetap menjalankan proyeknya dan terus meraup, mengeruk keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Dalam proses pembangunan atau proyek tersebut, juga didampingi paranomal (dukun), dukun tersebut menandai ada beberapa wilayah yang tidak boleh dibongkar dan dijadikan jalur rel kereta api, namun si oknum pejabat menafikkan bahwa kalau tidak membangun jalur tersebut, maka tidak mendapatkan keuntungan dari wisatawan kedepannya.
Tersebab pada jalur tersebut terdapat view/ pemandangan yang mempesona, yang akan menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal dan asing. Dari sana mulailah perdebatan sengit terjadi, sehingga dukun tersebut menyumpahi oknum pejabat dan seluruh pekerja proyeknya dengan berkata, “Akan terjadi bencana besar, tidak ada orang yang akan bisa menolong, bahkan Tuhan sekalipun.”
Selama proses pembangunan rel kereta api, memang tergolong sukses, namun tak sedikit merenggut nyawa para pekerja di sekitar hutan tersebut. Ternyata jin yang memiliki kekuatan dahsyat, panggilah dia “Ratu Jin” mengamuk dan tidak rela rumah yang mereka tempati diusik dan dihancurkan, hanya demi kepentingan pribadi dan hawa nafsu — Ibaratnya begini, “Waduh, rumahku mau diobrak-abrik nih! kudu dikasih pelajaran!”
Dari sinilah, teror mengerikan dimulai, saat melakukan perjalanan, dan setiap kali melewati terowongan, maka gerbong kereta api akan lepas dan menghilang. Pusat penokohan ini adalah Purnama dan adiknya Kembang.
Purnama melakukan healing untuk menghabiskan waktu bersenang-senang dengan adiknya, karena Purnama merasa hidupnya tak akan lebih lama lagi dan mengidap kanker, maka ia mengambil kesempatan untuk menghabiskan waktu berlibur bersama adiknya, dengan semangat hidup Purnama yang meredup, Kembang selalu mensupport kakaknya untuk tetap berusaha dan bertahan hidup, bahwa yang namanya kematian adalah misteri.
Semua terasa begitu indah bagi kehidupan kakak dan adik tersebut, namun teror terjadi hanya ketika kereta memasuki terowongan, satu persatu hilang dilahap Jin Penghuni Hutan tersebut, bagiku jin dalam penggarapan Rizal Mantovani ini, terkesan seperti monster pembunuh dan terbilang unik, alias ini Jin beda banget yang dipromosikan di film horor pada umumnya, yang sebagian masyarakat Indonesia ketahui.
Ratu jin tersebut membunuh semua penumpang tanpa ampun, tanpa basa-basi, dengan narasi andalannya, “Koe manusia Serakah, ngikuti hawa nafsu!”, dan Braaak!!! Seketika penumpang mati dengan mengenaskan dan tiap gerbong lenyap tanpa jejak.
Mirisnya yang dilenyapkan adalah gerbong rakyat jelata duluan dibandingkan gerbong para elite dan pejabat, hal ini tentu si penulis dan sutradara menyampaikan pesan secara tidak langsung, “Beginilah keadaan Indonesia, yang jika bahaya mengancam, selalu rakyat jelata duluan dijadikan korban/tumbalnya.”
Seperti yang telah disebutkan, teror cuma terjadi kala kereta memasuki terowongan. Di antaranya, Kereta Berdarah coba melempar kritik mengenai jurang kelas dalam kapitalisme, dan tidak ketinggalan kerusakan lingkungan lewat ending-nya yang unik serta cukup mengejutkan, walau terkesan datang tiba-tiba.
Mau tau endingnya bagaimana? Ratu jin membiarkan Purnama hidup, dan membiarkan semuanya mati, dan semua yang mati akhirnya tumbuh menjadi pohon-pohon yang rindang. Lalu proyek tersebut pada akhirnya berhasil digagalkan, ratu jin tersebut mendapatkan kembali rumahnya dengan pepohonan rindang, tanaman telah hijau, bunga-bunga bermekaran.
Dan selamanya tak akan pernah dirusak oleh manusia-manusia yang serakah dan egois. Sementara Purnama semakin sehat, dan tetap hidup, tetapi menyimpan traumatis mendalam, akan semua kejadian yang ia lalui.
Alur Film
Alur cerita pada awalnya cukup menarik dengan pengenalan karakter yang cukup kuat. Namun, seiring berjalannya waktu, alur film ini mulai terasa lambat dan repetitif, kesannya kok kayaknya itu-itu melulu ya, terutama pada bagian tengah.
Ketegangan yang dibangun di awal cerita agak mereda seiring dengan kurangnya perkembangan plot yang signifikan, tapi masih seru kok buat disimak.
Karakter dan Akting
Film ini menampilkan beberapa aktor dan aktris ternama Indonesia yang memberikan penampilan yang cukup baik, meski tidak luar biasa. Karakter-karakter dalam film ini cenderung klise, dengan arketipe standar seperti pemimpin yang berani, korban yang ketakutan, dan tokoh yang skeptis terhadap kejadian supranatural.
Meskipun demikian, para pemain mampu membawa emosi yang cukup meyakinkan, terutama dalam situasi yang penuh tekanan. Aku akui, untuk menjadi seorang aktor atau aktris itu pekerjaan berat, dimana mereka harus mampu memberikan ruh/nyawa dalam sebuah film, dan mampu memberikan kesan yang membekas bagi penontonnya.
Visualisasi Film
Rizal Mantovani dikenal dengan gayanya yang visual dan atmosferik, dan hal ini juga terlihat dalam Kereta Berdarah. Penggunaan pencahayaan yang minim dan sudut kamera yang sempit berhasil menciptakan suasana yang menegangkan. Set kereta api yang gelap dan sempit juga memperkuat perasaan pobia dan ketegangan sepanjang film.
Efek khusus dalam film ini cukup baik untuk ukuran film horor Indonesia, meskipun ada beberapa momen di mana efek visual terlihat kurang halus. Namun, secara keseluruhan, visualisasi horor dan suasana mencekam yang diciptakan berhasil memberikan pengalaman yang cukup menakutkan bagi penonton. Well, untuk visualiasi gambar, nggak diragukan lagi deh kalau untuk sekelas Rizal Mantovani.
Kekurangan
Salah satu kelemahan utama film Kereta Berdarah adalah naskahnya yang terasa kurang kuat, dan perlu dipertajam lagi. Dialog-dialog dalam film ini kadang terasa kaku dan tidak mengalir secara alami.
Selain itu, meskipun sebenarnya premis cerita menarik, eksekusi dalam film ini tidak sepenuhnya maksimal, sangat disayangkan menurutku. Beberapa adegan yang seharusnya membangun ketegangan justru terasa membosankan karena pancingan yang lambat dan kurangnya inovasi dalam menghadirkan elemen horor.
Plot twist yang dihadirkan juga terkesan dipaksakan dan tidak sepenuhnya mendukung keseluruhan cerita tersebut, tentu pastinya membuat klimaks film kurang memuaskan.
Kesimpulan
Kereta Berdarah adalah film yang memiliki potensi besar dengan premis yang menarik dan visual yang menawan. Namun, eksekusi yang kurang matang, terutama dalam hal naskah dan pengembangan cerita, membuat film ini tidak bisa mencapai potensi penuhnya.
Bagi penggemar horor, film ini mungkin masih bisa dinikmati karena vibesnya yang mencekam, namun secara keseluruhan, Kereta Berdarah bisa dikatakan sebagai film yang setengah berhasil dalam menyajikan pengalaman horor yang mendalam.
Jadi, menurutku untuk premis filmnya sudah bagus, save our earth dengan tidak melakukan perusakan hutan demi kepentingan kapitalime, mengusung tema sosial dan kesadaran untuk lebih mencintai lingkungan, namun berikut beberapa point yang bisa kurangkum adalah sebagai berikut:
- Lebih mirip drama daripada film horor.
- Alurnya menyoroti jurang kelas, kapitalisme, dan kerusakan lingkungan, tetapi subteksnya tidak tampil mendalam dan kurang detail.
- Penyutradaraan dalam hal intensitas adegan dinilai kurang memadai meskipun visualnya unik dan menarik.
- Akting para pemain harus lebih greget,alami dan lebih meyakinkan.
- Reaksi penonton terhadap film ini sangat beragam, ada yang menikmati dan ada yang mempertanyakan kualitasnya. Namun aku pribadi, menikmati karena kualitas visualisasi, efek, pemandangan dan pengambilan gambar sangat menarik, kostum hantunya unik, nggak kayak hantu yang lumrahnya ada di Indonesia.
- Beberapa komentar menyebutkan bahwa film “Kereta Berdarah” memiliki plot twist yang membingungkan. Kurasa memang absurd, dan secara tidak langsung mengajak penonton berpikir apa hikmah yang dapat diberikan dalam film ini.
Jadi, film ini sangat menghibur, terlepas dari beberapa kekurangannya, masih layak untuk ditonton karena memberikan nuansa yang berbeda dalam dunia perfilman yang bertema horor, sekaligus terdapat nilai edukasi di dalamnya, dibandingkan kuatnya aroma mistik dan kesan kaget-kagetan dalam scene filmnya, aku berikan rate 7/10 untuk film ini.

Seorang guru Bahasa Inggris di sekolah swasta yang juga aktif sebagai Tentor literasi Bahasa Inggris. Suka membaca, diskusi, deep talk, menulis, menonton film kemudian menyelami narasinya, jalan-jalan, dan seorang yang antusias pada olahraga, sebab kombinasi antara intelektual dan latihan fisik konsisten adalah motor penggerak utama dalam berkarya.







