Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan bahwa jumlah penumpang angkutan umum selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) mencapai 21,46 juta orang. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 12,48% dibandingkan dengan periode Nataru sebelumnya yang tercatat sebanyak 19,08 juta penumpang.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa peningkatan ini merupakan hasil dari pelaksanaan kebijakan dan rencana operasi angkutan Nataru yang berjalan sesuai perencanaan. Pemantauan dilakukan selama periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
“Berdasarkan hasil pemantauan, penumpang angkutan umum naik 12,48% atau mencapai 21,46 juta penumpang. Ini menunjukkan pelaksanaan angkutan Nataru tahun ini berjalan dengan baik,” ujar Dudy saat penutupan Posko Pusat Angkutan Nataru 2025/2026 di Jakarta, Selasa (6/1/2026).
Secara rinci, angkutan udara mencatatkan 4,77 juta penumpang, naik tipis 0,73% dibandingkan periode sebelumnya. Angkutan laut tumbuh signifikan sebesar 43,42% menjadi 2,25 juta penumpang. Sementara itu, angkutan perkeretaapian melayani 7,57 juta penumpang atau naik 12,92% secara tahunan.
Kinerja positif juga terjadi pada angkutan penyeberangan yang mencapai 3,73 juta penumpang, meningkat 35,05% dibandingkan Nataru tahun lalu. Adapun angkutan jalan tercatat melayani 3,14 juta penumpang, sedikit turun dibandingkan periode sebelumnya.
Di sisi lalu lintas, Kemenhub mencatat volume kendaraan keluar dan masuk Jakarta melalui jalan tol meningkat 3,39%. Sementara itu, arus kendaraan melalui jalan arteri Jabodetabek tumbuh lebih tinggi, yakni 17,3%.
Menhub Dudy menambahkan, kinerja lalu lintas juga tercermin dari membaiknya waktu tempuh. Rata-rata perjalanan di ruas tol Cawang–Banyumanik tercatat 5 jam 4 menit atau turun 5,24% dibandingkan tahun lalu. Untuk arus sebaliknya, waktu tempuh bahkan turun hingga 10,1%.
Selama masa posko Nataru, Kemenhub melakukan pemantauan di 1.549 titik yang mencakup terminal, pelabuhan laut dan penyeberangan, bandara, stasiun kereta api, hingga gerbang tol dan jalan arteri. Mayoritas arus kendaraan dari Jabodetabek didominasi tujuan Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Sumatra, serta sejumlah wilayah Jawa Barat seperti Puncak dan Sukabumi.
Perbandingan Penumpang Angkutan Umum
Berikut adalah perbandingan jumlah penumpang angkutan umum selama Nataru 2025/2026:
- Angkutan Udara: 4,77 juta penumpang, naik 0,73% dibandingkan tahun sebelumnya.
- Angkutan Laut: 2,25 juta penumpang, tumbuh 43,42%.
- Angkutan Perkeretaapian: 7,57 juta penumpang, naik 12,92%.
- Angkutan Penyeberangan: 3,73 juta penumpang, meningkat 35,05%.
- Angkutan Jalan: 3,14 juta penumpang, sedikit turun dibandingkan periode sebelumnya.
Peningkatan Lalu Lintas Kendaraan
Peningkatan volume kendaraan tercatat di beberapa jalur utama:
- Jalan Tol: Volume kendaraan keluar dan masuk Jakarta meningkat 3,39%.
- Jalan Arteri Jabodetabek: Arus kendaraan tumbuh 17,3%.
Perbaikan Waktu Tempuh
Perbaikan dalam waktu tempuh menjadi indikator penting dari keberhasilan pengelolaan lalu lintas:
- Ruas Tol Cawang–Banyumanik: Rata-rata waktu tempuh 5 jam 4 menit, turun 5,24% dibandingkan tahun lalu.
- Arus Sebaliknya: Waktu tempuh turun hingga 10,1%.
Pemantauan di Berbagai Titik
Kemenhub melakukan pemantauan di 1.549 titik strategis, termasuk:
- Terminal
- Pelabuhan laut dan penyeberangan
- Bandara
- Stasiun kereta api
- Gerbang tol dan jalan arteri
Tujuan Perjalanan Utama
Mayoritas arus kendaraan dari Jabodetabek mengarah ke wilayah-wilayah berikut:
- Jawa Tengah
- Yogyakarta
- Jawa Timur
- Banten
- Sumatra
- Wilayah Jawa Barat seperti Puncak dan Sukabumi
Dengan data tersebut, Kemenhub menilai bahwa pelaksanaan angkutan Nataru 2025/2026 berjalan lancar dan efektif. Hal ini menunjukkan keberhasilan dalam pengelolaan transportasi dan peningkatan kualitas layanan angkutan umum.
Bagikan ke:
